Jaga Kelestarian Alam, DLH Pemkab Blitar Gelar Uji Kualitas Air

Uji air yang dilakukan oleh DLH Kab Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Uji air yang dilakukan oleh DLH Kab Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Air merupakan sumber daya yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Air bersih begitu penting bagi kehidupan karena kebersihan air merupakan salah satu prasyarat tolak ukur kualitas hidup manusia. Namun ironinya, kebanyakan perairan menjadi tempat pembuangan sampah.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan, utamanya kualitas air bersih di Kabupaten Blitar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Blitar bersama Laboratorium Lingkungan Perusahaan Jasa Tirta melakukan uji kualitas air. Uji air dilaksanakan di beberapa titik aliran sungai yang tersebar di Kecamatan Kanigoro, Talun, Wlingi dan Selopuro.

"Dari beberapa titik yang kita ambil sampelnya. tujuannya adalah mengukur kualitas air di Kabupaten Blitar. Karena airnya juga dibutuhkan di daerah hilir, jadi dimanfaatkan di sana. Artinya dengan kami mengambil sample ini, jangan sampai ada pembuangan limbah baik dari pertanian, peternakan, industri ataupun limbah dari rumah tangga," jelas Eko Harmanto, Kasi Perlindungan dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Blitar kepada BLITARTIMES, Kamis (6/12/2018).

Eko Harmanto, Kasi Perlindungan dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Blitar.(Foto :  Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

 

Eko menambahkan, program uji air ini bersumber dari Dana Bahi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Melalui uji ini nantinya akan diketahui kualitas lingkungan, terutama tingkat kualitas air bersih di Kabupaten Blitar. Hasil pemeriksaan ini nantinya akan dijadikan acuan dasar mengambil sikap. "Nanti akan kita perbanyak titik-titik pengujiannya. Memang ini akan sangat penting sekali kaitannya dengan data kami di DLH," tegas dia.

Sementara itu, Tim Analis Laboratorium Lingkungan Perum Jasa Tirta, Linda Yulianti menjekaskan dari pengamatan di lapangan, tingkat kualitas air di Kabupaten Blitar masih cukup baik dan tingkat pencemarannya belum terlalu signifikan.

"Jadi masih standart untuk kebutuhan air di hulu. Kalo untuk pengujian tentunya kita sebelumnya mempersiapkan alat yang steril kemudian ada pengawetnya, ada parameter yang dilakukan dilapangan kemudian ada juga pengujian yang dilakukan di laboratorium. Hasilnya bisa keluar biasanya dari Perum Jasa Tirta paling lama 10 hari," ungkap Linda.(kmf)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top