Lindungi Masyarakat, Dinkes Wajibkan Pelayanan Kesehatan Tradisional Urus STPT

Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Siti Nurul Qomariyah
Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Siti Nurul Qomariyah

JATIMTIMES, JEMBER – Dinas Kesehatan Pemkab Jember menginstruksikan agar layanan kesehatan tradisional di Jember untuk mengurus surat terdaftar penyehat tradisional (STPT). Hal ini, selain untuk pembinaan, juga untuk melindungi masyarakat yang sering menggunakan jasa pengobatan tradisional itu.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang membuka usaha pelayanan kesehatan tradisional, baik yang bergerak di bidang kesehatan maupun perawatan untuk mengurus STPT, selain untuk memudahkan pengawasan dan pembinaan, agar masyarakat yang menggunakan jasa ini terlindungi,” ujar dr Hj Siti Nurul Qomariyah, Jumat (7/12/2018).

Menurut Nurul, meski ada fasilitas kesehatan dari pemerintah, dirinya tidak memungkiri jika masyarakat saat ini masih ada yang memanfaatkan layanan kesehatan secara tradisional. Hal itu, selain sudah menjadi kebiasaan, juga menjadi kebutuhan alternatif bagi sebagian masyarakat.

"Saat ini sebagian masyarakat ada yang memilih jenis pelayanan kesehatan tradisional yang sesuai dengan kebutuhannya. Namun meski demikian, pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan agar masyarakat terhindar dari hal-hal yang merugikan akibat informasi yang menyesatkan atau pelayanan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Nurul.

Lebih lanjut Nurul menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan tradisional terbagi menjadi dua jenis. Yaitu pelayanan kesehatan tradisional keterampilan dan pelayanan kesehatan tradisional ramuan. Biasanya ini mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris.

“Seluruh jenis pelayanan kesehatan tradisional ini harus dilakukan pembinaan dan diawasi oleh pemerintah agar dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya serta tidak bertentangan dengan norma agama. Selain itu, agar semua berjalan baik, terutama dalam menghadapi pasar bebas. Maka pelayanan kesehatan tradisional yang merupakan pelayanan publik tersebut untuk dilegalisasikan dengan cara membuat surat terdaftar penyehat tradisional (STPT) ke pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) Pemkab Jember," ungkapnya.

Sejauh ini dari sekian ribu pelayanan kesehatan tradisional yang ada di Kabupaten Jember, baru dua persen  yang sudah memiliki STPT. Maka ke depan pada tahun 2019 secepatnya akan dilakukan pembinaan-pembinaan agar semuanya segera mendapatkan STPT sehinggga bagi orang yang melakukan pelayanan kesehatan tradisional harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Dan masyarakat diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan, meningkatkan dan menggunakan pelayanan kesehatan tradisional yang dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya.

"Hal itu kami lakukan untuk menindaklanjuti keputusan bupati Jember dengan membentuk tim pembinaan, pengawasan dan pengendalian pelayanan kesehatan tradisional empiris," pungkasnya. (*)

 

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Jember TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top