Dinkes Kota Malang Rangkul Perguruan Tinggi dalam Gerakan Bersama Amankan Kehamilan

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Malang Meifta Eti Winindar SST  MM (Foto: Imarotul Izzah/Malang Times)
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Malang Meifta Eti Winindar SST MM (Foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

JATIMTIMES, MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus mengerahkan usahanya dalam menurunkan angka kematian ibu. Seperti yang diketahui, penurunan angka kematian ibu merupakan instruksi  Wali Kota Malang Sutiaji. Nah, dalam usaha ini, Dinkes melibatkan banyak pihak, lintas sektor lintas profesi.

Untuk diketahui, Dinkes tidak hanya bersinergi dengan puskesmas, rumah sakit, dan bidan saja. Bahkan, Dinkes juga merangkul perguruan tinggi. Khususnya perguruan tinggi kesehatan.

"Jadi, untuk perguruan tinggi kami memiliki program inovasi gerakan bersama amankan kehamilan," ujar Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Malang Meifta Eti Winindar SST MM.

Meifta sendiri tak dapat memungkiri kontribusi mahasiswa perguruan tinggi kesehatan. Terutama untuk pendampingan ibu hamil. Menurut dia, selama ini mereka banyak membantu dalam pelayanan terhadap ibu hamil.

"Kota Malang kan banyak perguruan tinggi kesehatan. Mereka itu sangat banyak membantu kami, terutama untuk pendampingan kepada ibu hamil," ujarnya.

Memang, kehamilan selama 9 bulan adalah sebuah proses yang normal. Tetapi, Meifta menegaskan bahwa dalam kondisi-kondisi tertentu, ibu hamil harus didampingi oleh para kader posyandu.

"Sehingga dengan adanya mahasiswa kesehatan di Kota Malang, terutama jurusan kebidanan itu, kami ingin memberikan andil yang banyak terhadap peningkatan pelayanan terhadap masyarakat yang ada di kota Malang ini. Sehingga kami hadirkan perguruan tinggi yang ada di kota Malang terkait dengan gerakan bersama amankan kehamilan," papar Meita.

Nah, dalam program inovasi gerakan bersama amankan kehamilan ini, mahasiswa membantu, memantau, dan melaporkan ke bidan penanggung jawab setempat bila ada kelainan-kelainan dalam masa kehamilan. Dengan adanya pemantauan di masyarakat seperti ini, diharapkan proses kehamilan akan aman, ibu sehat, serta bayi selamat dan sehat. (*)

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top