DPRD Minta Pemkot Evaluasi Tempat Karaoke di Kota Blitar

Cafe Maxi Brilian pasca penggrebekan Polda Jatim
Cafe Maxi Brilian pasca penggrebekan Polda Jatim

JATIMTIMES, BLITAR – Kalangan wakil rakyat di DPRD Kota Blitar meminta Pemerintah Kota Blitar untuk tegas menindak pemilik tempat hiburan jika melakukan pelanggaran. Pemkot diminta tidak segan menindak usahanya jika melanggar.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar Agus Zunaidi menyikapi digerebeknya Café Karaoke Maxi Brilian oleh Polda Jatim karena menyajikan tarian striptis. 

“Pemkot harus segera mengambil tindakan tegas terhadap Maxi Brillian. Pemkot juga harys segera mengevaluasi tempat karaoke lainya. Salah satunya tempat karaoke yang berada di area Pasar Legi Kota Blitar. Bisa jadi ada tindakan asulisa serupa di tempat lain. Maka dari itu pemkot harus mengambil tindakan dan segera mengevaluasi lokasi lainya," ucap Agus Zunaidi. 

Salah satu tempat karaoke yang harus ditindak adalah di lantai 2 Pasar Legi. Menurut Agus, tempat tersebut dulunya perizinanya adalah untuk bioskop film 3D, bukan sebagai temoat karaoke. Namun sekarang justru digunakan menjadi tempat karaoke.

"Kami merekomendasikan lantai 2 Pasar Legi yang dipakai karaoke itu dikembalikan difungsikan sesuai dengan izin semula atau ditutup total," tegas dia. 

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Blitar, Suharyono di Kota Blitar saat ini ada delapan tempat karaoke. Menurut dia, delapan tempat karaoke di Kota Blitar  masih berupa surat izin usaha perdagangan (SIUP). Termasuk izin karaoke Maxi Brillian. 

Hal ini, karena sampai saat ini Kota Blitar belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang khusus mengatus tempat hiburan.

"Izinya ada, tapi masih berupa SIUP. Karena Kota Blitar belum punya Perda khusus tempat hiburan. Izin ini berlaku selama perusahaan menjalankan usahanya. Sekarang juga bisa mengambil tindakan, tapi mengacunya pada Perda Trantibum (Ketentraman dan Ketertiban Umum)," ungkapnya.

Terkait dengan sanksi penutupan Maxi Brilian, sebelumnya Wakil Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, pihaknya bakal mengambil tindakan tegas kalau memang ditemukan pelanggaran di tempat karaoke itu. Namun tindakan yang diambil Pemkot Blitar ini menunggu hasil resmi dari Polda Jatim.

"Kami akan memberi sanksi tegas. Namun kami sejauh ini belum bisa melangkah lebih jauh karena memang masih menunggu hasil resmi kepolisian. Dalam hal ini Polda Jatim yang menangani kasus," kata Santoso, Jumat (7/12/2018) kemarin.

Sebelumnya Polda Jatim sudah merilis kasus penggerebekan karaoke Maxi Brillian di Jalan Semeru Kota Blitar. Polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus itu. Kedua tersangka yaitu manajer operasional karaoke dan mucikari yang menjadi koordinator wanita pemandu lagu. Polisi menemukan praktik asusila tarian telanjang di salah satu room di karaoke itu ketika melakukan penggerebekan.(*)

 

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top