Jajanan Khas yang Muncrat Saat Digigit

Jajanan tradisional yang muncrat dan lumer saat digigit
Jajanan tradisional yang muncrat dan lumer saat digigit

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Indonesia merupakan negara yang terdiri dari ribuan suku.  Setiap suku mempunyai tradisi dan makanan khasnya masing-masing. 

Seperti  halnya suku Jawa. Suku terbanyak yang mendiami Pulau jawa.  Keberadaan Suku Jawa  juga menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. 

Suku jawa mempunyai jajanan khas. Beberapa diantaranya bisa moncrot (muncrat) saat digigit. 

1. Klepon.

Siapa yang tidak kenal keping?  Si bulat hijauang dan kenyal.  Biasanya makanan ini disajikan dengan panutan kelapa.  

Klepon dibuat dari tepung ketan yang dibuat bulat menyerupai bola,  dengan isian gula merah. 

Saat digigit, isian gula merah dalam klepon muncrat  memenuhi mulut.  

Sensasi ini yang membuat peminat klepon ketagihan menikmati makanan hijau bulat ini. 

2. Dangglem. 

Dangglem atau beberapa orang menyebutnya jemblem. Jajanan berbahan dasar singkong dengan isian gula merah.  

Singkong yang telah diparut  dibentuk menyerupai bentuk kapsul.  Lalu diberi isian gula merah dan digoreng hingga matang. 

Seperti halnya klepon,  saat digigit gula merah dalam Dangglem meleleh keluar seperti karamel. 

Dangglem paling nikmat dinikmati saat hangat,  apalagi ditemani secangkir kopi saat hujan,  mantap. 

3. Iwel-iwel

Makanan manis berbahan dasar tepung ketan yang dicampur dengan parutan kelapa. 

Lalu diisi dengan gula merah.  Kemudian dibungkus dengan daun kelapa.  

Jajanan ini biasa dijadikan jajanan saat acara selamatan kelahiran bayi ataupun tedhak siten. 

Gula merahnya akan meleleh saat digigit. Yummy.

4. Kue putu

Kue putu merupakan kue berbahan dasar tepung beras. Kue putu memiliki ciri khas tersendiri yaitu teksturnya yang lembut dan hancur ketika dimakan berpadu dengan isian gula merah yang lumer di lidah. 

Kue putu juga tidak lengkap dihidangkan tanpa parutan kelapa dan gula merah. 

Kue putu identik dengan dimasak pada bambu yang sudah dipotong sebesar telapak tangan. 
Bambu berisi adonan putu dikukus sampai kue putu padat dan matang. 

Proses memasak ini cukup susah karena membutuhkan ketelitian agar kue putu benar-benar matang dan dapat keluarkan dari cetakan bambu tanpa hancur.

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top