Bye Antrian Panjang, Penanganan Pasien Jadi Lebih Cepat dan Tepat dengan Simerdu Karya Dosen Teknik UB

Pembuat Simerdu, Eka Maulana, dosen Fakultas Teknik UB (foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Pembuat Simerdu, Eka Maulana, dosen Fakultas Teknik UB (foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Sering mengalami pengalaman pribadi yang melelahkan di rumah sakit? Misal, waktu antre berjam-jam dari pagi sampai sore. Belum lagi ketika ditangani ternyata masih salah data, salah diagnosis, atau mungkin salah obat. Tentunya hal ribet ini bisa menyita energi dan waktu. 

Nah, sekarang ada sistem baru yang menangani itu semua. Sistem ini bisa meminimalisir kesalahan obat, meminimalisir kesalahan diagnosis, juga menangani antrean, dan sebagainya.

Nantinya, di beberapa tempat layanan jasa kesehatan bakal ada Simerdu. Simerdu merupakan kependekan dari Sistem Rekam Medis Terpadu. Simerdu dibuat oleh Eka Maulana, salah satu dosen di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB). Simerdu sempat ikut memeriahkan Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produk Kesehatan dalam Negeri yang diadakan Kementerian Kesehatan (KEMENKES) RI di ICE BSD Tangerang Selatan pada 8 -10 November 2018 lalu.

"Simerdu ini adalah sistem rekam medis terpadu yang mengintegrasikan pembacaan id, baik id pasien, id dokter, id perawat, untuk medical equipment atau drug kontainer atau sistem penanganan pasien secara cepat sehingga informasi terkait dengan kesehatan pasien kesehatan yang sudah terdokumentasikan itu bisa diakses lebih cepat," papar Eka.

Penggunaannya pun mudah, yakni dengan gelang dan kartu Simerdu. Sistemnya terhubung secara wireless ke jaringan internet dan juga bisa diakses melalui website. Sistem ini dapat digunakan multiuser di beberapa tempat, misal di rumah sakit, puskesmas, klinik, dan di tempat-tempat lain terkait dengan jasa kesehatan.

"Jadi melalui database yang dibangun, sistem ini dapat digunakan untuk melihat riwayat kesehatan pasien, kemudian juga jenis-jenis obat yang alergi terhadap pasien tertentu, atau juga riwayat kesehatan lainnya, riwayat dokter yang menangani, riwayat jenis penyakit yang pernah diderita, operasi yang pernah dilakukan, dan lain-lain," paparnya.

Sistem ini tersimpan ke suatu database yang bisa diakses dan secara mudah bisa dibaca oleh dokter atau perawat. Ke depannya, kata Eka, data ini bisa diintegrasikan dengan sistem data kependudukan, misal e-ktp atau data BPJS atau data yang lain. Jadi, semua data-data yang sudah masuk bisa disinkronisasi dengan sistem ini sehingga meminimalisir tingkat kesalahan pembacaan data atau rekam medis yang sudah pernah ada.

"Sistem ini sangat membantu. Terutama dari penanganan record data, juga pendaftaran pasien, kemudian pengobatan berikutnya itu akan lebih cepat dan lebih simpel karena kalau dengan kartu ini pasien cukup dengan menunjukkan kartu, tapping, data sudah diinput secara cepat," imbuhnya.

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top