Cepat Keluarnya, Ketan Ireng Ini Dijamin Bikin Puas

Sri Meicharini Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang (Nana)
Sri Meicharini Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang (Nana)

JATIMTIMES, MALANG – Pameo, "kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah" kerap jadi bahan lelucon yang disampirkan kepada para pelayanan masyarakat di pemerintahan. 

Sebuah satir mengenai birokrasi pemerintahan yang masih terus hidup sampai saat ini. 

Khususnya, bagi organisasi perangkat daerah (OPD) yang secara langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat banyak. 

Seperti di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) yang bersentuhan langsung dengan hal tersebut. 

Pameo itulah yang dikikis habis dalam upaya mewujudkan pelayanan prima yang didengungkan melalui reformasi birokrasi bertahun lamanya di tubuh pemerintahan. 

"Kini bukan saatnya memakai metode tersebut. Bukan hanya masyarakat yang rugi, kita juga. Karenanya berbagai inovasi kita lahirkan, misalnya Ketan Ireng yang akan membuat cepat urusan selesai," kata Sri Meicharini atau Rini Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang kepada MalangTIMES, Jumat (21/12/2018). 

Ketan Ireng Dispendukcapil Kabupaten Malang adalah program yang menggabungkan pelayanan administrasi kependudukan dan kesehatan secara bersamaan. Atau disebut Kependudukan dan Kesehatan Mari (Selesai, red) Bareng (Ketan Ireng). 

Seperti diketahui, di ranah kesehatan misalnya, dalam proses kelahiran dibutuhkan pencatatan kependudukan berupa akta kelahiran. Akta kelahiran ada di ranah Dispendukcapil. 

Untuk memotong proses birokrasi pengurusan akta kelahiran tersebut, Ketan Ireng dimunculkan. 

"Melalui Ketan Ireng proses penerbitan akta kelahiran hanya butuh waktu sekitar 15 menit jadi. Ini membantu warga yang harus memasukkan anak baru lahirnya ke data BPJS. Lebih cepat keluar akan lebih baik," ujar Rini.

Ketan Ireng adalah program yang telah diterapkan sejak tahun 2017. 

Merangkul berbagai petugas kesehatan, puskesmas sampai rumah sakit, Ketan Ireng semakin mengikis pameo,  "kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah,". 

Dalam rentang waktu tersebut, Rini juga menyatakan, Ketan Ireng belum maksimal dalam implementasinya. 

Terutama yang disebabkan faktor sumber daya manusia di tingkat kecamatan dan puskesmas. Ketan Ireng yang cepat membutuhkan kehandalan para petugas operator di lapangan.

"Ini yang sedang kami kuatkan terus. Apabila para operator semakin terampil, maka proses pelayanan jadi lebih cepat lagi, " ujar Rini yang juga menyampaikan melalui Ketan Ireng proses perekaman pun bisa dilakukan secara online dan pencetakannya juga bisa dilakukan saat itu juga.

Tapi, lanjut Rini, hasil cetak akta kelahiran tersebut hanya berlaku selama 30 hari ke depan. "Masa berlakunya hanya 30 hari, setelah itu warga harus ngurus akta kelahiran yang diterbitkan oleh kita. Proses itu hanya untuk mempercepat warga untuk pengurusan BPJS saja," imbuhnya. 

Seperti diketahui, bayi baru lahir agar segera didaftarkan paling lambat 28 hari setelah kelahirannya. Sehingga bisa segera terdaftar dalam program BPJS Kesehatan. 

Pendaftaran tersebut tentunya membutuhkan akta kelahiran serta perubahan kependudukan lain yaitu Kartu Keluarga (KK). 

Di ruang inilah Ketan Ireng Dispendukcapil Kabupaten Malang memfasilitasi kebutuhan masyarakat. 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top