Tak Banyak Keramaian, Volume Sampah Tahun Baru di Kota Malang Turun Signifikan

Para pasukan kuning atau petugas dari DLH Kota Malang yang bertugas membersihkan sampah harian masyarakat. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Para pasukan kuning atau petugas dari DLH Kota Malang yang bertugas membersihkan sampah harian masyarakat. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Jumlah sampah yang ditinggalkan masyarakat dan wisatawan di malam pergantian tahun 2018-2019 di Kota Malang turun signifikan. 

Salah satu faktornya, tidak banyak acara atau keramaian yang mengundang massa. 

Dalam satu malam, setidaknya ada sekitar 5 ton sampah yang terkumpul di area-area publik.

Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Joau Maria Gomes Je Carvalo mengatakan jumlah sampah yang dihasilkan dari perayaan tahun baru ini jauh mengalami penurunan dibanding perayaan tahun lalu. 

Menurutnya, penurunan itu dikarenakan titik keramaian terpusat hanya di beberapa titik saja.

"Karena titik konsentrasinya hanya di Ijen, di depan museum, dan di alun-alun bundar (alun-alun Tugu)," ujar Jo, sapaan akrabnya.

Dia menyebut, titik-titik keramaian yang tahun-tahun sebelumnya jadi tempat "nyampah" juga berkurang drastis. 

Misalnya di depan Stasiun Malang Kota Baru, Jalan Veteran, dan kawasan Jalan Soekarno Hatta. 

"Di depan stasiun itu minim sampah, kan tidak ada aktivitas atau perayaan tahun baru di sana. Bahkan beberapa lokasi yang justru bersih dari sampah," urainya.

"Di jalan Veteran bersih, saya keliling sampai jam 03.00 WIB pagi, di Soehat tidak ada kegiatan apa-apa. Dan itu pun sampahnya tidak kelihatan, seperti (hari) biasa," imbuhnya. 

Joau menerangkan, pada tahun ini jumlah sampah yang berhasil terkumpul ada sebanyak 5 ton. Sementara pada tahun lalu ada sekitar 12 ton. 

Hal itu pun meringankan pekerjaan DLH untuk membersihkan sampah. 

"Lumayan enak, meringankan," kata dia. 

Untuk pembersihan sampah pada perayaan pergantian tahun kemarin, setidaknya ada 800 petugas DLH yang terjunkan. Dimana di masing-masing poros ada sekitar 5-8 orang.

Joau menerangkan, pihaknya melakukan pembersihan langsung usai perayaan pergantian tahun. 

"Di Alun-alun Merdeka, selesai kegiatan tadi malam langsung kami sapu. Lalu di museum dan alun-alun bundar paginya," jelasnya.

Menurutnya, jumlah sampah pada perayaan pergantian tahun ini terbilang sedikit. 

Sementara jenis sampah didominasi oleh sampah kuliner. 

"Saya hitung 3 lokasi itu tidak sampai 5 ton. (terbilang) Sedikit. Yang ini agak banyak sampahnya kuliner," terangnya.

Dia menambahkan, penurunan volume sampah itu dikarenakan tingkat kesadaran masyarakat terhadap sampah sudah lebih baik. 

"Mungkin masyarakat kesadarannya sudah lebih baik, bahwa kebersihan itu penting," jelas pria asal Timor Timur itu. 

Selain itu, masyarakat telah menggunakan tempat sampah yang disediakan oleh DLH di pusat keramaian dan jalan-jalan tersebut. 

Dia menambahkan, tahun ini penyambutan tahun baru di Kota Malang terbilang jauh dari tahun-tahun sebelumnya. 

"Euforianya tidak terlalu berlebihan, karena konsentrasinya hanya di tiga tempat itu," pungkasnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top