Terdampak Isu Tsunami, Pantai Balekambang dan Ngliyep Alami Penurunan Pengunjung Sangat Drastis

Pantai Balekambang sepi pengunjung (Ist)
Pantai Balekambang sepi pengunjung (Ist)

JATIMTIMES, MALANG – Kekhawatiran berbagai bencana alam khususnya tsunami yang terjadi, terbukti membuat masyarakat takut mengunjungi wilayah pantai. Tak terkecuali dengan yang dialami di destinasi wisata unggulan Kabupaten Malang yaitu Pantai Balekambang dan Pantai Ngliyep.

Ketakutan masyarakat ke wilayah pantai tersebut, otomatis membuat kunjungan di akhir tahun merosot begitu tajam. Dibandingkan dengan beberapa tahun lalu yang dibanjiri pengunjung.

Penurunan di dua pantai terkenal tersebut sampai di angka 70-75 persen saat tutup tahun 2018 kemarin. Padahal persiapan dan target mendulang pengunjung sampai sekitar 15 ribu orang di dua momen kemarin, telah dimatangkan oleh pihak PD Jasa Yasa Kabupaten Malang sebagai pengelola wilayah wisata tersebut.
"Faktor alam yang terjadi di beberapa wilayah pantai seperti di Selat Sunda berefek sekali ke kita. Pengunjung turun sampai 70-75 persen," ucap Ahmad Faiz Wildan Dirut PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, Kamis (03/01/2019).

Penurunan pengunjung yang sangat drastis tersebut, didapatkan dengan perbandingan di tahun 2017 lalu. Dimana Pantai Balekambang dikunjungi masyarakat dengan jumlah sekitar 15 ribu orang. Sedangkan di malam tahun baru kemarin, Pantai Balekambang hanya bisa menarik sekitar 7 ribu pengunjung saja.

Tidak jauh berbeda dengan nasib yang dialami pantai legendaris Ngliyep. Jumlah kunjungan ke pantai yang pernah menyihir Presiden Soekarno ini hanya bisa menarik sekitar 600 pengunjung saja. Padahal, di tahun 2017 lalu, pantai Ngliyep mampu membuat wisatawan sebanyak  2.000 orang mengunjunginya di hari pergantian tahun.

Wildan sapaan Dirut PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, membenarkan bahwa faktor-faktor merosotnya kunjungan di akhir tahun 2018 dikarenakan adanya kekhawatiran masyarakat atas berbagai kejadian tsunami belakangan ini.

"Serta diperparah dengan beredarnya video hoax sebelum malam tahun baru," ujarnya.

Seperti diketahui, sejak terjadinya tsunami di Selat Sunda yang menelan ratusan korban jiwa, media sosial diserang dengan beredarnya video-video menakutkan mengenai terjadinya tsunami di Pantai Balekambang. Di dalam video hoax tersebut disampaikan air laut Balekambang sampai ke daratan. Bahkan beredar informasi bahwa Pantai Balekambang untuk sementara ditutup.

"Kita berusaha menangkal kabar hoax tersebut. Tapi, mungkin masyarakat khawatir. Efeknya pengunjung turin drastis. Padahal di dua pantai tidak terjadi yang ditakutkan masyarakat. Bahkan saat itu cuaca terbilang cerah," ujar Wildan yang tetap menyelenggarakan berbagai acara yang telah dipersiapkan jauh hari untuk pengunjung di malam akhir tahun.

Beberapa kasus tsunami tersebut, membuat masyarakat mencari alternatif wisata lainnya dalam menghabiskan libur panjang akhir tahun. Misalnya, ke wisata Desa Sumbersira yang berada di Gondanglegi serta mencatat pengunjung sampai 10 ribu orang selama sepekan. Rata-rata pengunjung setiap harinya mencapai sekitar 1.000 orang ke wisata air tersebut.

Bahkan, di hari pertama tahun 2019, pengunjung wisata Sumbersira mencapai tiga ribu orang. “Jumlah pengunjung di wisata alam Sumber Sira meningkat drastis jika dibandingkan hari-hari biasa,” ucap Direktur BUMDes Barokah Desa Putukrejo Abdul Rosyid Asadullah.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top