Konflik Unikama; Kemenkum HAM Akui Kubu Soedja'i, Anulir SK Pihak Christea

SK perubahan  atas SK dari pihak Christea. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
SK perubahan atas SK dari pihak Christea. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Kisruh konflik Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) yang membawahi Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) memasuki babak baru. Saat ini, telah muncul surat keputusan (SK) baru Kemenkum HAM yang menyatakan bahwa Ketua PPLP PT PGRI adalah Soedja'i.

Dengan terbitnya SK baru itu, SK kubu PPLP PT PGRI kubu Christea Frisdiantara Nomor AHU-0000001.AH.01.08. Tahun 2018 Tanggal 5 Januari 2018 batal demi hukum.  SK tersebut berganti dengan SK Kemekum HAM Nomor AHU-0000965.AH.01.08. Tahun 2018 tentang persetujuan perubahan badan hukum PPLP PT PGRI. 

SK baru tersebut ditandatangani langsung oleh Dirjen Administrasi Hukum Umum Kemenkum HAM Cahyo Rahadian Muzhar pada 18 Desember 2018. "Dengan ini kan jelas, Ketua PPLP PT PGRI yang sah adalah Soedja'i. Berarti dengan ini, selesai sudah konflik  Unikama. Sudah ada SK yang baru," jelas kuasa hukum Soedja'i, Ms Al Haidary (3/1/2019).

Menurut Haidary, SK tersebut keluar karena  pihak Kemenkum HAM melakukan perubahan beradasarkan asas contrarius actus. Dengan asas tersebut, badan atau pejabat tata usaha negara yang menerbitkan keputusan dengan sendirinya juga berwenang untuk melakukan pembatalan.

Sehingga dengan adanya SK yang sah ini, pihak Soedja'i berhak sebagai penyelenggara Kampus Unikama dengan menunjuk Pieter Sahertian sebagai rektor untuk melaksanakan kegiatan kampus. "Sehingga tidak dibenarkan jika ada pihak yang memaksa masuk kampus dan mengklaim sebagai yang sah," tandasnya.

(Foto tambahan)

Sementara itu, Rektor Unikama pihak PPLP PT PGRI Sodja'i, yakni Pieter Sahertian, menjelaskan bahwa adanya SK  baru  tersebut memang menguntungkan pengelola. Namun, meskipun begitu, hal itu bukan menjadi ranah pihak kampus.

"Hal itu juga menjadi kado tahun baru 2019 bagi kami untuk membangun citra positif dan mengembalikan trust (kepercayaan) masyarakat. Terlebih lagi saat ini juga dalam masa penerimaan mahasiswa baru," pungkasnya saat ditemui di Unikama (3/1/2018). (*)

 

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top