Diserbu Orang, Wisata Sumbersira Alami Kerusakan

Wisata Sumbersira Gondanglegi (jejakpiknik.com)
Wisata Sumbersira Gondanglegi (jejakpiknik.com)

JATIMTIMES, MALANG
Geliat wisata di Kabupaten Malang khususnya di perdesaan, terus menggeliat dan meramaikan perekonomian warga sekitar. Berbagai desa berlomba-lomba menggali potensinya untuk mewujudkan desa wisata. Sisi positif dengan adanya destinasi wisata dalam mendongkrak perekonomian warga juga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan hidup di sekitarnya.

Hal ini yang terjadi di wisata air Sumbersira  yang terletak di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, yang dibuka pada tanggal 6 April 2015 silam. Membeludaknya pengunjung, khususnya di libur panjang akhir tahun ke sumbersira yang mencatat ada sekitar 10 ribu orang dalam sepekan. Serta di awal tahun baru mencapai 3 ribu orang pengunjung berdampak negatif pada kehidupan tumbuhan ganggang air tawar berwarna hijau yang jadi daya tarik Sumbersira.

Airnya yang terkenal bening sehingga pengunjung bisa melihat secara langsung ganggang tersebut saat menyelam pun terdampak dengan membeludaknya pengunjung.

Hal ini dilontarkan oleh beberapa warganet beberapa waktu lalu atas rusaknya ekosistem wisata Sumbersira. Seperti yang dituliskan oleh @GoRulli di Twitter. “Owalah rek, #SumberSira #Gondanglegi dadi koyok ngene, tumbuhane mbok idek idek mati brodol kabeh (Oalah, Sumbersira Gondanglegi jadi seperti ini, tumbuhannya di injak-injak mati dan terlepas semua, red) ??? jahanam kalian,” tulisnya sambil mengunggah kondisi Sumbersira yang airnya terlihat keruh dan ganggang air tawarnya terlihat rusak.

Cuitan tersebut mendapat respon akun lainnya. @mustofa_moce menyampaikan, dengan kondisi tersebut wisata Sumbersira perlu ditutup sementara. "Untuk rehabilitasi dan perbaikan sistem pengelolaan wisata," tulisnya.

Kondisi Sumbersira yang over-pengunjung tersebut juga membuat @xtoperFerry mengingat saat pertama kalinya Sumbersira dikenal banyak masyarakat. “Ya begini kalau pengelolaan wisata tidak prioritas berbasis kepedulian lingkungan, atau basis edukasi kepada pengunjung. Semata-mata cuma komersialisasi, menyedihkan. Padahal dulu sangat bagus, bening dan asri. Ayo diperbaiki lagi,” tulisnya.

Wisata Sumber Sira memang telah menjelma menjadi salah satu destinasi wisata  favorit warga, khususnya di hari libur. Dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Barokah, Sumbersira memang setiap tahunnya mengalami perkembangan terbilang liar biasa.
Direktur BUMDes Barokah, Abdul Rosyid Asadullah membenarkan kondisi wisata yang dikelolanya tersebut. Bahkan di awal tahun 2019 pengunjung mencapai 3 ribu orang dalam sehari. Sedangkan hari biasa, Sumbersira bisa meraup pengunjung sampai 1.000 orang per harinya.

Tentunya, dengan lonjakan pengunjung tersebut membuat omzet Sumbersira yang tiketnya dibanderol Rp 3 ribu dan parkir Rp 2 ribu terbilang besar. Dengan pengunjung sehari 3 ribu orang, pengelola sudah mendapat omzet Rp 15 juta.

Efeknya jelas, perekonomian warga sekitar ikut tergerek naik dengan adanya wisata Sumbersira. Tapi, sisi lain memang juga berdampak negatif pada lingkungan hidupnya. Hal inilah yang perlu menjadi pekerjaan rumah pengelola serta tentunya pemerintah Kabupaten Malang.

Sehingga sektor pariwisata dan daya dukung lingkungan hidup sebagai bagian dari tiga prioritas strategis Kabupaten Malang bisa di wujudkan. Sehingga wisata alam di berbagai desa lainnya pun bisa ikut serta menjaga potensi tersebut secara berkelanjutan. Sektor ekonomi masyarakat meningkat dan lingkungan hidupnya juga terus terjaga.

Hal ini membutuhkan sentuhan pemerintah Kabupaten Malang dalam merumuskan kebijakan di sektor tersebut. Jangan sampai kekhawatiran Rendra Kresna beberapa waktu silam menjadi sebuah kenyataan. Sektor pariwisata desa yang sudah berjalan baik akhirnya menjadi kontradiktif dengan ekspektasi yang dituangkan dalam visi misi Kabupaten Malang.

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top