Jokowi Pantau Operasi Pasar Bulog di Tulungagung, Ini Temuannya

Kadivre Bulog Jatim, Muhammad Hasyim (batik coklat,  berkacamata)  saat tunjukan beras medium ke Presiden Jokowi (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)
Kadivre Bulog Jatim, Muhammad Hasyim (batik coklat, berkacamata) saat tunjukan beras medium ke Presiden Jokowi (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Untuk menjaga kestabilan harga beras di masyarakat, Perum Bulog melakukan operasi pasar serentak di seluruh wilayah Indonesia. Tak terkecuali di wilayah subdivre Tulungagung, Jawa Timur, yang pelaksanaannya hari ini, Jum'at (4/1) dipantau langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Dari pantauan yang dilakukan oleh Jokowi, harga beras medium masih stabil di kisaran Rp. 8.500 per kilo dan stoknya pun masih melimpah.
"Harganya masih stabil dan untuk beras medium masih mencukupi," ujar Jokowi. 
Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Muhammad Hasyim ungkapkan jika pelaksanaan operasi pasar sudah dilakukan sejak kemarin, Kamis (3/1/19).

“Sudah dari kemarin Bulog seluruh Indonesia melepas ketersediaan dan stablilitas harga,” ujar Hasyim.
Khusus untuk Tulungagung, Bulog menggelontorkan 50 ton beras medium dan 10 ton beras premium.

Bulog memastikan, harga yang dipatok lebih murah dibanding harga pasaran.
Beras medium dijual Rp 8.500 per kilogram, dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.450 per kilogram.

Sedangkan beras premium dijual Rp 10.500 per kilogram, dari HET Rp 11.800 per kilogram.
Gula dijual Rp 9.000 per kilogram, dari HET Rp 12.500 per kilogram.

Khusus untuk minyak goreng dijual sesuai dengan HET, Rp 11.000 per liter.

“Minyak goreng ini harganya stabil tidak terlalu bergerak. Makanya harganya dipatok sesuai HET,” tambah Hasyim.
Tepung terigu dijual Rp 7.000 per kilogram. Harga-harga itu relatif sama untuk seluruh wilayah Jawa Timur.

Lanjut Hasyim, sebenarnya tidak ada gejolak. Bahkan Desember dan Januari yang biasa disertai lonjakan harga sembako, kini lebih stabil.
Namun operasi pasar ini dilakukan, agar tidak terjadi kenaikan harga. Alasannya jika harga sudah naik, maka akan sulit untuk turun kembali.

“Tidak ada gejolak harga, hanya masalah psikologis saja,” tegas Hasyim.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top