Sosialisasi Visi Misi Capres Batal, Fahri Hamzah Olok-Olok KPU Seperti Ini

Presiden Jokowi dan Prabowo. (Ist)
Presiden Jokowi dan Prabowo. (Ist)

JATIMTIMES, MALANG – Rencana sosialisasi visi misi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) batal. KPU memastikan pihaknya tak akan memfasilitasi sosialisasi visi-misi jelang debat perdana Pilpres 2019 yang dijadwalkan 9 Januari menfatang.

Keputusan tersebut didasarkan deadlock-nya kedua tim pasangan calon (paslon) presiden terkait sosok yang akan membacakan visi misi tersebut. "Soal sosialisasi visi misi, silakan dilaksanakan sendiri-sendiri. Tempat dan waktu yang mereka (tim sukses pasangan calon) tentukan sendiri. Jadi, tidak lagi difasilitasi oleh KPU," kata Ketua KPU Arief Budiman, Sabtu (05/01/2019) kemarin.

Dengan begitu, KPU hanya menggelar debat capres pada 9 Januari nanti. Sementara, sosialisasi visi misi capres-cawapres diserahkan ke masing-masing tim sukses.

Keputusan KPU tersebut membuat Wakil Ketua DPR  Fahri Hamzah melalui akun Twitter pribadinya mencuitkan kalimat-kalimat bernada "olok-olok" kepada KPU.
"Komisi Pemilihan Unyil" cuit @Fahrihamzah yang memelesetkan kepanjangan KPU. "Komisi Pemilihan Ucrit," lanjut akun dengan #2019AwalPerubahan memperolok-olok batalnya sosialisasi visi misi oleh KPU.

Pemakaian redaksi Unyil dan Ucrit itu diambil dari film anak-anak masa lalu. Yaitu si Unyil.

Sontak saja cuitan Fahri dibanjiri komentar warganet. Seperti biasanya, warganet terbagi dua kubu. Satu yang ikut menambahkan kepanjangan redaksi dari KPU seperti yang dicuitkan Fahri. Di sisi lain yang kontra dengan pemakaian redaksi yang menurut mereka adalah sebuah pelecehan atas lembaga negara tersebut.

Di kubu Fahri sebagai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, arti KPU semakin panjang. Ada yang menuliskan Komisi Pemilihan Uahhhgelap, Komisi Pemilihan Underowo, Kemprul Permainkan Undang-Undang.

 Bahkan, ada yang menulis kepanjangan KPU dalam hubungannya dengan tokoh kartun asal Malasyia.  "Komisi Pemilihan Upin...Betul, betul, betul..." cuit @zulfahmireza46 dengan mencantumkan emoticon tawa sambil mengeluarkan air mata.

Selain berbagai plesetan tersebut, warganet juga memprotes keras KPU. "KPU kok manut timses, wasit manut karo pemain, saranku Prabowo Sandi  mundur saja, ini sudah tidak jelas," cuit @DiyahMuhamad2.

Akun Sari juga menuliskan seperti ini, "Pak Fahri bilang dong sama @KPU_ID kalau kpu ingin memenangkan Pak Jokowi suruh to the point saja! Dikiran rakyat bodoh kali."

Berbagai pelesetan arti KPU serta protes warganet yang mendukung kubu Prabowo-Sandi mendapatkan tanggapan dari kubu lainnya. Bahkan salah satu akun memperingatkan Fahri atas cuitannya tersebut. "Ingat pak Fahri, sewaktu-waktu Allah bisa membuat mulut anda stroke dan jari-jari tangan anda tidak bergerak. Kalo azab anda diterima di akhirat, anak istri dan keluargamu tidak akan malu. Tapi jika azabmu disegerakan di dunia ini..." tegur @AS86222548 sambil mengunggah postingan Fahri.

Di foto akun tersebut, Fahri disebut tidak konsisten. Bulan Maret 2018, Fahri menyampaikan menjadi pemimpin harus paham dengan baik agama Islam secara syariat. Di bulan Desember 2018, saat ada tawaran tes mengaji calon presiden, Fahri tidak setuju dan malah menulis: "Kita ini sedang memilih pemimpin negara bukan pemimpin agama."

@Usutendi juga menuliskan bahwa pelesetan tersebut sangat norak. "Ini masih plesetan norak yang menunjukkan keterbatasan imajinasi," ujarnya. 

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top