Dapat Program Bedah Rumah, Warga Desa Parijatah Wetan Ini Malah Punya Hutang

Rumah Sanadi yang dibedah saat ditinjau Kades Parijatah Wetan Suhariyono
Rumah Sanadi yang dibedah saat ditinjau Kades Parijatah Wetan Suhariyono

JATIMTIMES, BANYUWANGI – Wow program bedah rumah bikin kepala pemilik rumah pusing kepala, bahkan hingga jual 4 ekor kambing dan jual kalung orang tuanya. Pasalnya rumah yang dibongkar oleh pihak Desa, dihentikan pembangunannya,  sehingga pemilik harus melanjutkan pembangunannya.

Padahal seharusnya, program bedah rumah ini meringankan beban pemilik rumah, dan pihak desa membantu agar rumah yang ditempati menjadi rumah yang layak huni. Bukannya membuat pemilik rumah menjual barang untuk membiayainya.

Hal ini terjadi di RT 03 RW 02 Dusun Melik, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi. Sanadi pemilik rumah yang mendapat bantuan bedah rumah mengaku, pada tanggal 7 Desember 2018 sehabis rumahnya dibongkar lalu didatangi oleh Kepala Dusun (Kadus) Melik Kurnadi Efendi, selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bedah rumah Desa Parijatah Wetan.

Sayangnya waktu pembongkaran itu,  Kadus Kurnadi Efendi tidak datang, namun datangnya sesudah selesai   pembongkaran rumah. Nah, setelah dihitung hitung, dana yang hendak diberikan untuk membangun rumahnya Sanadi tersebut tidak cukup. 

Akhirnya  Kadus Kurnadi mau menyerahkan dana itu kepada Sanadi."Dihitung-hitung, dana ini tidak cukup untuk membangun rumah yang layak huni," kata Sanadi menirukan ucapan Kadus Kurnadi Efendi.

Karena terlanjur dibongkar, akhirnya Sanadi tidak mempermasalahkan dan dirinya siap membantu biaya pembelian material untuk pondasi seperti batu  agar bangunan rumahnya kuat.

"Karena dananya tidak mencukupi, akhirnya saya membantu membeli batu  untuk pembangunan pondasi rumah, itung-itung biar kuat," ujarnya.

Setelah itu, pembangunan terus berlanjut. Namun tiba-tiba dirinya sakit karena ikut menjadi kuli juga, agar pembangunannya terus berlanjut. Sementara waktu, iapun mendatangkan kuli selama 5 hari.

"Saat saya sakit selama 5 hari itu, saya harus mengeluarkan uang perharinya Rp 60 ribu, untuk membayar ongkos kuli," keluh Sanadi.

Yang paling mencengangkan, kata Sanadi, dalam pembangunan ini tukangnya sering libur, karena keterlambatan material.

"Seharusnya pembangunan ini lancar, karena dananya ada, tapi untuk bedah rumah saya ini lain. Tukangnya sering libur, karena bahan materialnya  sering terlambat ngirimnya," ungkapnya.

Akibat mendapat program bedah rumah ini, Sanadi bukannya senang, justru sebaliknya dia harus menjual peliharaannya dan meminjam perhiasan ke orangtuanya, agar rumahnya lekas selesai dan bisa dihuni.

"Saya ini mendapat program bedah rumah dari pemerintah, tapi saya menghabiskan biaya, saya jual 4 ekor kambing dan meminjam uang ke ibu saya agar rumah ini lekas selesai. Tapi ya belum selesai juga, hingga saya harus hutang untuk membeli kayu dan asbes dan ongkos tukang," tuturnya.

Sanadi mengaku, jika program bedah rumah ini bukannya meringankan warga miskin justru menyengsarakan warga miskin. Rumah yang dulunya bisa didiami, walau tidak bagus tapi sangat nyaman. Tapi setelah mendapat program ini, dirinya harus memikirkan hutang pembelian kayu, asbes dan ongkos tukang.

"Saya jadi punya hutang mas, dulu dengan rumah sebelum dibongkar, saya bisa tidur pulas, walau sedikit bocor saat hujan," sesalnya.

Sementara Kepala Desa Parijatah Wetan Suhariyono ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan, setelah pihaknya mengecek secara langsung di lapangan, kendala terhambatnya pembangunan tersebut karena ada pada tukang. Untuk program bedah rumah di desanya ini, ada 3 (tiga) titik, dua bedah rumah, dan 1 pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK)

"Telatnya pembangunan bedah rumah ini karena faktor tukang saja, karena tenaganya harus dibagi, ada 3 titik pembangunan, yang dikerjakan satu tukang," kilahnya.

Hal senada dikatakan TPK bedah rumah, Kadus Kurnadi Efendi, terlambatnya pembangunan rumah Sanadi dikarenakan keterbatasan tukang saja. Dan dirinya akan mencari tukang lagi, agar pembangunan rumah Sanadi cepat selesai.

"Saya akan mencari tukang lagi, agar cepat selesai," kata Kadus Kurnadi saat dikonfirmasi, Sabtu (5/1/19).

Pewarta : Hakim Said
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top