Menuju Malang Kota Kreatif Dunia, Malang Flower Carnival Wakili Indonesia di Tiga Negara

Malang Flower Carnival (doc. MalangTIMES)
Malang Flower Carnival (doc. MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Vietnam, Turki, dan Amerika Serikat (New York). Tiga negara itu yang bakal disambangi  Malang Flower Carnival (MFC) awal tahun 2019 ini. 

Melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, MFC kembali dipilih sebagai duta budaya perwakilan Indonesia dalam event Budaya dan Pariwisata Internasional di tiga negara tersebut.

Event di Vietnam diadwalkan 14-19 Januari 2019. Sedangkan di Turki mulai 28 Januari hingga 4 Februari 2019. Untuk New York yakni 21-28 Januari 2019. 

MFC sendiri bukan yang pertama ini melanglang buana ke luar negeri. Chairman Malang Flower Carnival Agus Sunandar menyatakan bahwa sejak 2014, MFC sudah menjadi langganan untuk mewakili Indonesia di event-event pariwisata dan budaya internasional.

"Kami sejak 2014 sudah menjadi langganan pemerintah Indonesia lewat Kementerian Pariwisata untuk mewakili Indonesia pada event-event pariwisata dan budaya internasional di luar. Totalnya dari 2014 sampai 2018 kemarin, kami sudah 32 kali mewakili Indonesia pada event-event internasional," ungkap dosen Jurusan Tata Busana Universitas Negeri Malang (UM) tersebut kepada MalangTIMES.

Meski bukanlah sesuatu yang baru bagi MFC, Agus menyatakan bahwa kesempatan ini tetap menjadi kebanggaan tersendiri. Dia menyebut MFC mempunyai gol untuk menjadi sebuah komunitas kreatif seni budaya yang bertaraf internasional. Artinya, yang punya level internasional. 

Selain itu, Agus menyatakan bahwa ini adalah salah satu upaya untuk menjadikan Kota Malang sebagai kota kreatif dunia. "Semua aktivitas yang kita lakukan dalam kegiatan Malang Flower Carnival ini merupakan salah satu cara kami untuk ikut berkontribusi agar Kota Malang menjadi kota jreatif dunia," tandas pria yang juga menjabat sebagai chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang tersebut.

Mengenai event budaya dan pariwisata internasional di Vietnam, Turki, dan New York, MFC akan mengusung konsep Bhinneka Tunggal Ika. "Itu yang selalu kami bawa dari dulu. Jadi, karakter budaya Indonesia yang selalu kami bawa. Tampilannya biasanya ya tari-tarian dan kostum carnival. Konsep kostumnya tentunya konsep desain Malang Flower Carnival. Artinya kostum yang merupakan karakter dari Malang Flower Carnival," papar pria kelahiran Madura ini.

Selain kualitas tampilan yang disuguhkan MFC, tingginya jam terbang dan profesionalitas MFC merupakan faktor yang membuat Kemenpar memilih MFC untuk mewakili Indonesia. Anggota MFC, yang kebanyakan mahasiswa Tata Busana UM, siswa siswi SMA, hingga masyarakat umum, selalu siap bila sewaktu-waktu diinstruksikan untuk berangkat.

"Itu salah satu pertimbangan Kemenpar RI. Bahwa kita memang sudah terbiasa, sudah punya jam terbang tinggi, sehingga membawa teman-teman dari MFC pasti lebih mudah. Di samping itu, banyak talen kita atau performer kita yang sudah punya paspor dan visa. Jadi, tidak begitu kesulitan walaupun agak mendadak," ujar pria yang dikenal sebagai maestro parade busana ini. "Persiapan sudah oke. Sudah sekitar 75 persen," imbuhnya.

Selain itu, kostum-kostum glamour MFC juga memiliki sistem packing yang bagus. Mereka memang sudah mempertimbangkan hal tersebut. Jadi, tidak menyulitkan dan tidak merepotkan untuk dibawa karena rapi dan efisien. 

Untuk diketahui, MFC sudah dua tahun berturut-turut masuk ke dalam 100 Event Wonderful Indonesia versi Kemenpar.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top