Kunjungi UB, Wali Kota Hebron Palestina Ceritakan Kekejaman Israel

Rektor UB Nuhfil Hanani dan Wali Kota Hebron Tayseer Abu Sneineh (tengah) dan Kepala Barenlitbang Erik Setyo Santoso (paling kanan)
Rektor UB Nuhfil Hanani dan Wali Kota Hebron Tayseer Abu Sneineh (tengah) dan Kepala Barenlitbang Erik Setyo Santoso (paling kanan)

JATIMTIMES, MALANG – Pendidikan di Palestina ikut amburadul lantaran kekejaman Israel di Palestina. Wali Kota Hebron, Palestina bercerita bahwa hanyalah perdamaian yang ia inginkan. Selama ini, segala tindakan kejahatan yang menimpa Palestina benar-benar dilihat dengan mata kepala penduduk di sana.

"Dan bagaimana mungkin bisa kita terus-menerus melihat yang seperti ini. Contohnya adalah ketika para pelajar atau mahasiswa ingin pergi untuk menimba ilmu maka mereka harus melihat di sepanjang jalan tindakan-tindakan yang buruk dari Israel," papar Wali Kota Hebron Tayseer Abu Sneineh dengan Bahasa Arab tadi (7/1) di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB).

"Dan perdamaian lah yang sangat kami inginkan. Perdamaian yang hakiki benar-benar kami inginkan dan juga berakhirnya tindakan kekerasan dan tindakan tidak baik dari Israel terhadap bangsa Palestina," ungkapnya lebih lanjut.

Tayseer sendiri mengungkapkan bahwa Kota Hebron akan diupayakan untuk tetap bertahan. Meskipun, banyak tantangan dan juga perlakuan sewenang-wenang dari Israel. Hebron akan berupaya untuk menjadi kota yang maju. Tentunya bantuan-bantuan yang akan diperoleh dari Kota Malang akan benar-benar dimanfaatkan.

"Salah satu upaya yang kami lakukan adalah terus membangun dari sisi pendidikan yaitu universitas-universitas yang mana perlu kita ketahui bahwasanya di kota Hebron ini juga terdiri dari banyak Universitas. Jumlah mahasiswanya lebih dari 17 ribu orang," pungkasnya.

Tayseer menyatakan, dia yakin dan percaya bahwa cara terbaik untuk mengatasi semua ini adalah dari pemuda-pemuda Palestina itu sendiri. Untuk itu, Universitas Brawijaya turut berkontribusi untuk membantu. Beasiswa akan diberikan kepada para pemuda Palestina.

"Pada hari ini kita akan mencoba memberikan beasiswa kepada beberapa negara yang menjadi saudara kita. Dan kita putuskan pada tahun ini dan beberapa tahun mendatang adalah warga dari Palestina," tandas Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani A.R., M.S.

Lebih lanjut Nuhfil menyatakan bahwa ia berharap kerjasama ini akan menguntungkan kedua belah pihak, yakni Kota Hebron dan Kota Malang khususnya di dalam peningkatan kualitas pendidikan di Palestina. Kota Malang sendiri hari ini resmi menjalin kerja sama dengan Kota Hebron.

"Tadi pagi Bapak Wali Kota Hebron dan Bapak Wali Kota Malang sudah melakukan suatu penandatanganan letter of intent. Proses-proses menuju satu sister city, ada beberapa objek yang direncanakan akan ditindaklanjuti dalam satu hubungan kerja sama antardaerah sebagai bentuk hubungan pemerintah Kota Malang terhadap perjuangan Hebron dan Palestina pada khususnya," ujar Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso.
 

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top