Gerakan Tim Sembilan Alumni Undar Dinilai Yayasan Akan Memperkeruh Masalah

mengenakan kemeja batik berwarna merah, kuasa hukum yayasan Undar Jombang, Sholikin Rusli saat diwawancarai sejumlah awak media. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
mengenakan kemeja batik berwarna merah, kuasa hukum yayasan Undar Jombang, Sholikin Rusli saat diwawancarai sejumlah awak media. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JATIMTIMES, JOMBANG – Pihak Yayasan Universitas Darul 'Ulum (Undar) Jombang mulai angkat bicara soal gerakan Tim Sembilan yang dibentuk oleh sejumlah alumnus Undar. 

Yayasan Undar menilai, bahwa yang dilakukan oleh Tim Sembilan akan memperkeruh persoalan yang ada di kampus yang berdiri sejak tahun 1965 ini. Hal tersebut dikatakan oleh kuasa hukum Yayasan Undar Jombang, Sholikin Rusli, saat ditemui sejumlah wartawan di kampus Undar, pada Senin (7/1). 

Menurut Sholikin, tidak dilibatkannya pihak Yayasan Undar Jombang dalam upaya membahas persoalan Undar yang dilakukan oleh Tim Sembilan ini, dinilai sebagai gerakan sepihak yang akan memicu kekeruhan. 

"Hari ini yang mempunyai legitimasi hukum hanyalah yayasan, yang sah menurut hukum dan undang-undang. Maka yayasan dalam setiap tindakan mutlak harus dilibatkan. Tidak melibatkan yayasan sama halnya memunafikan salah satu unsur untuk menyelesaikan persoalan ini. Maka yang terjadi bukan penyelesaian persoalan, tapi memperkeruh masalah," tegas Sholikin saat diwawancarai.

 Sekadar diketahui, Tim Sembilan ini merupakan kumpulan alumni Undar yang menyebut dirinya dengan nama Forum Silahturahmi Alumni Universitas Darul 'Ulum Lintas Fakultas, saat melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Jombang beberapa waktu lalu di ruang Soeroadiningrat I Pemkab Jombang.

 Salah satu anggota Tim Sembilan ini, yakni KH Isrofil Amar mengatakan pertemuan Tim Sembilan dengan Bupati Jombang, Hj mundjidah Wahab dan sejumlah Forpimda Jombang, sedikitnya membahas 7 rekomendasi untuk menyelasaikan persoalan internal Undar. 

Salah satu poin yang disampaikan oleh KH Isrofil Amar waktu itu adalah soal kepengurusan Yayasan Undar dan Rektor Undar. "Sekarang kan tidak ada rektor, tidak ada dekan, selama konflik ini. Nah ini diharapkan segera terbentuk," terang KH Isrofil Amar saat diwawancarai wartawan, pada Rabu (2/1) lalu. 

Menanggapi pernyataan KH Isrofil Amar pada salah satu poin rekomendasi Tim Sembilan itu, kuasa hukum Yayasan Undar, Sholikin Rusli menegaskan, bahwa persoalan Rektor Undar telah usai. Yudi Suharsono selaku Rektor definitif Undar Jombang telah dilantik Yayasan, pada (26/12) lalu.

 "Yang dikatakan rektor tidak ada, itu salah. Tanggal 14 Desember izin untuk menduduki rektor itu turun dari Dikti di Jawa Timur. Setelah izin itu turun, baru yayasan menggelar rapat menetapkan Pak Yudi Susarsono sebagai rektor. Dan dilantik di sini tanggal 26 Desember," ungkapnya. 

Sementara, menanggapi isu pencabutan izin kegiatan perkuliahan Undar di Bulan Februari itu, Sholikin menepis adanya isu yang berkembang tersebut. Ia mengatakan bahwa tidak ada persoalan yang mengakibatkan pencabutan izin perkuliahan. "Pencabutan izin itu kan ada mekanismenya. Kalau dasar pembekuan adalah tidak ada rektor, ya itu salah. Kita punya rektor kok," tutupnya.(*)

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top