Nasib Keturunan Abu Jahal, Pria yang Memusuhi Muslim dan Islam Sepanjang Hayatnya

Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

JATIMTIMES, MALANG – Nama Abu Jahal tentunya tak asing di kalangan masyarakat. Karena sepak terjang sosok Abu Jahal banyak beredar di telinga muslim sejak masa Rasulullah hingga saat ini. Dia merupakan sosok yang sangat membenci Islam dan menentang setiap ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW.

Dilansir dari channel YouTube Eksplorasi Dunia, Abu Jahal jugalah pengatur siasat perang Badar. Dalam perang besar untuk menaklukkan muslim itu, Abu Jahal berkeyakinan ia akan mengalami kemenangan. Namun justru sebaliknya, ia malah meninggal dunia dan terkapar dengan lumuran darah.

Abu Jahal memiliki seorang anak bernama Ikrimah. Saat perang berlangsung, Ikrimah ikut serta dalam genjatan senjata yang dikobarkan Abu Jahal tersebut. Namun karena kematian sang ayah, kekecewaan Ikrimah terhadap muslim semakin besar.

Jika dulunya ia turut berperang untuk menyenangkan hati ayahnya, maka berbeda saat ia sudah melihat kematian ayahnya. Perang yang juga ia rancang adalah untuk membalaskan dendam atas kematian ayahnya. Dalang perang Uhud, Ikrimah berada pada pasukan inti dan menjadi pimpinan sayap kanan.

Saat itu, ia berhasil memenangkan pertempuran. Namun lantaran nafsunya untuk segera menguasai Makkah, ia pun kembali menyerang pasukan muslim. Namun ia mengalami kekalahan dan dihujani dengan ribuan panah. Pasukannya kalah, dan ia melarikan diri ke Yaman.

Sementara istrinya, Umu Hakim terlebih dulu masuk Islam dan meminta pertolongan kepada Rasulullah untuk keselamatan suaminya. Umu Hakim pun terus membujuk agar Ikrimah kembali pulang dan meminta perlindungan Rasulullah.

Saat itu, Nabi Muhammad SAW pun menyampaikan kepada para sahabat bahwa Ikrimah Bin Abu Jahal akan kembali dalam keadaan beriman. Maka ia meminta agar para sahabat tidak mencela, terlebih ayahnya yang sudah mati dalam peperangan.

Karena mencela seseorang yang sudah meninggal dunia, menurut Nabi Muhammad SAW dapat menyakiti seseorang yang masih hidup.

Saat itu, Ikrimah pun datang dan disambut dengan sangat baik oleh Nabi Muhammad SAW. Dia berdialog bersama dengan Rasulullah dan menyampaikan apa maksud dari keamanan yang dijamin untuknya itu.

Rasul pun menyampaikan jika ia mengajak Ikrimah untuk menyembah Allah SWT. Ikrimah pun saat itu mengucapkan kalimat syahadat dan berada pada barisan terdepan pasukan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Ketika tentara Romawi menyerang tentara muslim, Ikrimah pun berada pada barisan utama. Namun ketika pasukan muslim mengalami kekalahan, Ikrimah geram dan ia menantang tentara Romawi meskipun sudah diperingatkan Khlid bin Walid sebagai panglima tentara.

Peringatan itu tak diindahkan karena Ikrimah berkaitan menebus dosa ia dan ayahnya yang terlebih dulu memerangi Islam. Dia tetap maju untuk memukul mundur pasukan Romawi, dan usahanya pun berhasil. Dengan luka lebih dari 70 tikaman pada tubuhnya, Ikrimah pun meninggal dunia dalam keadaan syahid.

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top