Salah Urus, Bantuan Bea Siswa Sembilan Alumni SMK Al Yasini ke Cina Melayang

Surat keterangan lulus tes  bea siswa ke Cina.
Surat keterangan lulus tes bea siswa ke Cina.

JATIMTIMES, PASURUAN – Banyak sembilan orang wali murid SMK Kesehatan Al Yasini Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan meradang. Ini karena bantuan bea siswa ke perguruan tinggi di Cina yang dijanjikan pihak sekolah tak kunjung cair.

Sembilan alumni SMK yang bernaung di yayasan milik Wakil Bupati Pasuruan, KH Mujib Imron ini telah berangkat ke Cina pada tahun ajaran 2017 lalu. Mereka diminta untuk menggunakan dana pribadi terlebih dulu. Dana talangan itu akan diganti dari bantuan bea siswa sebesar Rp 23 juta/tahun.

“Mereka merasa ditipu kepala sekolah. Bea siswa yang di janjikan tidak pernah cair selama dua tahun. Mereka gelisah atas nasib anaknya karena biaya hidup di Cina yang besar harus ditanggung sendiri. Wali murid mengaku mulai kesulitan menanggung biaya tersebut,” kata Totok Roy, Ketua LSM Pasdewa yang menerima pengaduan wali murid tersebut.

Pihaknya sudah memfasilitasi untuk mempertanyakan bantuan bea siswa tersebut ke SMK Kesehatan Al Yasini. Hanya saja mereka belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Pihak sekolah tetap menjanjikan pencairan bea siswa yang diperoleh dari Pemkab Pasuruan. Hanya saja, tidak ada kejelasan kapan bisa di cairkan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Hasbullah, menyatakan, bantuan bea siswa pendidikan S1 tersebut sebenarnya sudah dianggarkan pada tahun 2018. Namun karena terjadi kesalahan prosedur yang diajukan pihak sekolah, sehingga bantuan tersebut tidak bisa dicairkan.

“Pihak sekolah terlambat mengajukan prosedur untuk mendapatkan bantuan bea siswa. Karena pada saat itu masa peralihan pengelolaan kewenangan jenjang pendidikan SMK/SMA dari Pemkab ke Pemprov,” kata Hasbullah.

Akibat keterlambatan dan kesalahan prosedur tersebut, kata Hasbullah, bantuan bea siswa tidak bisa dicairkan. Sehingga bea siswa yang masuk dalam kategori bantuan sosial (bansos) tidak dapat terserap hingga tutup tahun anggaran 2018,” jelas Hasbullah.

Menurutnya, anggaran bansos untuk tunjangan pendidikan yang tidak terserap pada 2018 mencapai Rp 391 juta. Anggaran ini termasuk yang diperuntukkan bagi sembilan alumni SMK Kesehatan Al Yasini yang seharusnya mendapatkan Rp 23 juta/tahun.

Pewarta : Arisandi Pasuruantimes
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Pasuruan TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top