Muji Pranoto, dari Pemuda Desa Jadi Pemuda Pelopor Tingkat Nasional

Muji Pranoto bersama Menpora Imam Nahrawi.(Ist)
Muji Pranoto bersama Menpora Imam Nahrawi.(Ist)

JATIMTIMES, BLITAR – Berbicara tentang pemuda, biasanya lekat dengan dengan istilah agen perubahan. Pemuda juga identik dengan kreativitas dan inovasi untuk menemukan hal baru. Seperti halnya yang telah dilakukan Muji Pranoto, pemudaasal Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Pemuda asli Blitar kelahiran 17 Maret 1993 ini mengaku mulai aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan sejak masa remaja. Tumbuh besar di lingkungan yang agamis, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Mujito dan Sunarsih ini banyak aktif pada kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan dan pelestarian budaya di kampung halamanya.

Rasa kecintaannya terhadap budaya lokal menjadi dasar keterlibatannya pada banyak kegiatan keagamaan, sosial dan budaya. Antara lain kegiatan majelis taklim, pengajian rutin, salawatan hingga berbagai kegiatan kepemudaan di Karangsono.

Dengan pengalamannya bergelut di kegiatan-kegiatan tersebut, ia dapat menyampaikan gagasan-gagasan yang brilian terhadap pelesatarian dan pengembangan kegiatan keagamaan, sosial dan budaya lokal.

Kepekaan sosial dan kreativitasnya mulai terbangun ketika melihat harga buah jambu dan blimbing milik petani di desanya selalu mengalami fluktuasi harga saat panen raya tiba.

“Awalnya dulu masyarakat karangsono itu mayoritas kan petani buah yaitu blimbing, jambu dan markisa. Nah waktu tahun 2013, harga jambu per kilo cuma Rp 3.000 sampai Rp 4.000. Itu paling bagus. Di situ saya memikirkan bagaimana untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat ini harga buah bisa stabil. Karena kan pasar buah kita masih banyak diserang dari daerah lain. Di situlah saya mempunyai ide untuk mengonsep pariwisata,” ungkap Pranoto kepada BLITARTIMES, Kamis (10/1/2019).

Dengan menggandeng salah satu petani buah jambu di desanya, Pranoto mulai mengonsep kegiatan pertanian dilingkungannya menjadi sebuah kampung wisata yang sekarang dikenal dengan wisata edukasi kampung jambu.

Selain itu, Pranoto  menggandeng BUMDes Karangsono untuk mengembangkan ekonomi kreatif dengan berbagai olahan buah jambu, blimbing dan markisa.

“Sekaligus ada beberapa yang di Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) itu juga kita ajak bareng-bareng untuk mengonsep pariwisata. Jadi, tidak sekadar KRPL, tapi juga bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Pada pertengahan tahun 2018 kemarin, semangatnya mengajak masyarakat karangsono untuk berdaya mulai dilirik oleh Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar untuk mewakili Kabupaten Blitar di ajang Pemuda Pelopor di Bidang Pariwisata dan Budaya tingkat Povinsi Jawa Timur.

 “Di sana alhamdulillah saya juara 1. Setelah itu, naik ke tingkat nasional. Setelah itu,  Juli 2018,  seleksi ke Jakarta. Waktu itu bidang saya di bidang keagamaan, sosial dan budaya,” sambung lelaki yang akrab disapa Mas Pran tersebut.

Meskipun hanya lulusan SLTP, Pranoto tidak pernah mengecilkan semangatnya untuk terus berprestasi. Meskipun kategori di tingkat nasional berbeda dengan di provinsi, ia tetap mengikuti seleksi Pemuda Pelopor tingkat nasional.

“Waktu itu yang lebih saya unggulkan di bidang sosialnya, yaitu di community bwsed untuk pembinaan-pembinaan di masyarakat itu. Terus di bidang agamanya yang saya rangkul itu yaitu ibu-ibu jamaah Yasinan, bagaimana mereka lebih inovatif menumbuhkan suatu ekonomi kreatif untuk membantu ekonomi keluarga dan kegiatan remaja masjid seperti majelis taklim dan kegiatan keagamaan yang lain,” tambahnya.

Dengan semangatnya aktif di kegiatan-kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan dan pelestarian budaya berbasis komunitas, pada tanggal 17 Oktober 2018 Pranoto terpilih sebagai Pemuda Pelopor terbaik I Bidang Agama, Sosial dan Budaya tingkat nasional.

Meskipun sudah dikenal nasional, saat ini Pranoto tetap mengajak masyarakat Kabupaten Blitar untuk berdaya di bidang agama, ekonomi dan sosial budaya. Saat ini ia masih terus berkeliling dari desa ke desa untuk mempelopori berbagai kegiatan kepemudaan dan juga kelembagaan pariwisata di Kabupaten Blitar.

“Harapan saya, 2019 ini pariwisata yang ada di Kabupaten Blitar, dengan kerja sama  Disparbudpora, harus sudah bisa go international. Jadi, kita sudah berbicara bagaimana kita bisa mendatangkan wisatawan dari mancanegara. Seperti program forum kelompok sadar wisata (pokdarwis). Di situ kita bagaimana meningkatkan SDM, terus komunikasi antar-pelaku pariwisata. Setelah itu, di bidang promosi wisata Kabupaten Blitar,” pungkasnya.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top