Tips Menjadi Desainer Sukses Go Internasional dari Diana Putri

Desainer Diana Putri (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Desainer Diana Putri (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Never ending learning. Kalimat tersebut adalah salah satu kunci untuk menjadi desainer sukses. Hal ini dinyatakan oleh Diana Putri. Seperti yang diketahui, karya-karya Diana Putri telah menjadi favorit bintang-bintang Hollywood, mulai dari Ariana Grande, Nicki Minaj, Meghan Trainor, Kesha, Janet Jackson, bahkan Putri Kerajaan Georgia Kristine Maria.

"Never ending learning. Terus berusaha, gak pernah berhenti untuk puas diri, selalu belajar akan hal-hal baru," ungkapnya kepada MalangTIMES ketika ditanya tips untuk menjadi desainer yang sukses.

Lebih lanjut Diana juga menekankan pentingnya menjadi diri sendiri. Menurutnya, seorang desainer harus tahu identitas dirinya. Jangan sampai memiliki keinginan untuk menjadi orang lain, apalagi plagiat. "Kita harus tahu identitas kita itu apa. Jadi jangan kita itu kepengen jadi orang lain. Jadi plagiat itu jangan," tandasnya.

"Jadi kita temukan identitas kita apa. Kita gali kekuatan kita di mana," imbuhnya.

Sebagai seorang desainer, tentunya Diana memiliki desainer idola. Idola Diana adalah Donatella Versace. Meski ia begitu mengidolakannya, Diana tidak mau menjadi Donatella. Ia menyukai semangat Donatella tanpa menirunya. "Saya nggak mau plagiat dia. Jadi i have to be myself. Jadi misalnya kita menginspirasi seseorang jangan kepengen jadi seperti dia. Kita lihat gimana sih dia bisa begitu kita belajar darinya," paparnya.

Yang tak kalah penting adalah sifat rendah hati alias tidak merasa sombong. Ini yang juga ditekankan oleh Diana. "Jangan pernah merasa sombong. Terus belajar akan hal-hal yang baru," pungkasnya.

"Misalnya kayak baju itu kan ada cutting yang selalu baru, siluet yang selalu baru, itu kita harus terus menggali ilmu, harus update terus. Jadi jangan cepat merasa puas diri," paparnya.

Selain itu, pelajaran yang bisa diambil dari Diana adalah keberaniannya dalam mengambil kesempatan. Pada saat ia diminta untuk merancang busana perform Ariana Grande, kurun waktunya sangat pendek. Ariana juga merupakan seseorang yang diva dan picky dalam memilih baju. Jadi belum tentu Ariana menyukai rancangannya.

Nah, meski kurun waktunya sangat pendek, Diana melihatnya sebagai kesempatan emas. Ia berusaha dengan keras hingga akhirnya rancangannya diapprove oleh Ariana. "Saya lihat kesulitan ini sebagai kesempatan bagi saya untuk saya bisa naik lagi. Jadi saya jalanin aja. Pokoknya saya ambil challenge itu. Soal apa-apanya nanti aja. Jadi saya kerja keras dan berusaha dengan luar biasa," ceritanya.

Di tahun 2019 sendiri, tren fashion menurut Diana akan kembali ke zaman romantic, namun lebih modern. Lebih ke simple look namun benar-benar menuntut kesempurnaan dalam cutting, dalam pattern, dan jahitan. Kesempurnaan itulah menurut Diana adalah kunci dari keberhasilan.

"Kadang-kadang fashion desainer ga ngerti itu ya. Kayak bangun rumah konstruksinya itu harus kuat dulu, baru kita tambahin kayak interior. Konstruksi dari baju harus bener dulu," tandasnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top