Atasi Macet, Tiga Pemda Malang Raya Serius Rancang Pembangunan Terminal Kargo

Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso bersama jajaran Pemkab Malang dan Pemkot Batu saat membahas rencana pembangunan terminal kargo. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso bersama jajaran Pemkab Malang dan Pemkot Batu saat membahas rencana pembangunan terminal kargo. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Tiga pemerintah daerah (pemda) Malang Raya terus menggodok program-program strategis yang akan dilaksanakan untuk mengurai permasalahan di wilayah tersebut. Salah satunya rencana pembangunan terminal kargo. Mereka berharap, adanya terminal itu akan mengurai masalah kemacetan yang kerap terjadi. 

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Erik Setyo Santoso mengungkapkan, kehadiran terminal kargo tidak hanya menyoal perpindahan atau arus barang saja. "Urgensi terminal kargo ini bukan hanya soal kemacetan, tapi juga permasalahan ekonomi menjadi sisi lain yang tidak bisa dikesampingkan," terangnya. 

Erik menyebut, dirinya juga telah duduk satu meja dengan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk merumuskan rencana pembangunan tersebut. "Karena kehadiran terminal kargo nantinya diharapkan mampu memberikan impact kepada perekonomian di Malang Raya," terangnya. 

Keberadaan terminal kargo itu, lanjut Erik, bakal menggenjot roda perekonomian wilayah. "Mengingat hal ini akan bersentuhan langsung dengan para pelaku ekonomi di Malang Raya. Salah satu manfaat adanya terminal yang dapat dirasakan adalah adanya efisiensi waktu dan biaya," urai pria asal Kediri itu. 

Erik mengatakan, sebelum pembangunan terminal kargo, perlu dilakukan analisa terhadap jalur transportasi di Malang Raya. "Jadi yang namanya solusi ini jangan sampai nambah masalah lagi, agar tidak menambah kemacetan. Begitu pula dalam penentuan lokasi pembangunan terminal kargo," tuturnya.

Selain itu, Erik juga menguraikan tentang penetapan lokasi terminal barang yang telah diatur oleh Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia. "Untuk lokasi masih dirumuskan ya, tapi aturannya lokasi terminal barang untuk umum ditetapkan oleh pusat atau menteri. Sehingga, perlu rasanya dilakukan koordinasi dengan pusat," terang alumnus Universitas Brawijaya itu. 

Erik menegaskan, penyelesaian masalah transportasi dan kemacetan di Malang Raya tidak bisa jika harus diselesaikan sendiri-sendiri. "Dengan didiskusikan lintas wilayah, solusinya bisa komprehensif. Karena setiap wilayah di Malang Raya saling terhubung satu dengan yang lainnya," pungkasnya.

 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top