Petugas kepolisan melakukan olah TKP kejadian, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Petugas kepolisan melakukan olah TKP kejadian, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)



Tahun 2018 pun berganti menjadi 2019. Sederet capaian pengungkapan kasus dan sekian prestasi yang didapatkan Polres Malang bisa dikatakan layak mendapat acungan jempol.

Namun, segudang raihan prestasi tersebut mungkin akan tidak sempurna sebelum jajaran kepolisian bisa mengusut tuntas kasus kematian Karim Mullah, atau yang akrab disapa Dullah, warga Jalan Segaran, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji.

Iya, seperti yang sudah diketahui, Dullah ditemukan tewas mengenaskan pada 2 November 2018 lalu. Kakek 58 tahun itu ditemukan meninggal dunia di rumah sekaligus toko miliknya sendiri.

Dari pendalaman polisi, korban  tewas karena menjadi korban pencurian dan kekerasan (curas). Hal itu dikuatkan dengan beberapa bukti visum serta beberapa barang berharga milik korban yang hilang.

 Keterangan dari para saksi mata juga membenarkan jika ada komplotan pencuri yang menyatroni rumah korban, sebelum akhirnya ditemukan tewas mengenaskan.

Meski sudah mengarungi waktu selama 3 bulan, nyatanya kasus tersebut belum juga terungkap. Jika ditelisik lebih jauh, dalam kurun waktu 2018 lalu, sedikitnya ada 32 laporan kasus curas yang diterima Polres Malang. “Dari jumlah tersebut, sekitar 15 kasus berhasil diungkap oleh jajaran kepolisian Reskrim Polres Malang,” kata Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah.

Dari pendalaman MalangTIMES, dari 32 kasus di sepanjang 2018 lalu, perkara kematian Dullah menjadi satu-satunya kasus curas yang memakan korban jiwa.

Catatan hitam tersebut juga terjadi pada tahun 2017. Sepanjang tahun itu terdapat setidaknya 33 kasus curas yang ditangani Polres Malang. “Dari jumlah tersebut, 20 kasus di antaranya berhasil diusut hingga tuntas,” sambung Aiunun.

Jika melihat sederet catatan merah tersebut, tentunya layak disimak apakah jajaran kepolisian bakal sanggup mengungkap dalang di balik kematian duda yang tinggal sebatang kara tersebut.

Sejauh ini, dari penelusuran wartawan, saat kejadian nahas terhadap Dullah, polisi sangat minim menemukan adanya bukti kuat terkait siapa dalang pembunuhan dan perampokan yang merenggut nyawa Dullah.

Belakangan diketahui, dari hasil otopsi, tim medis menemukan beberapa luka parah di bagian kepala korban. Sedangkan di bagian leher, tim medis juga menemukan adanya bekas luka sayatan serta bacokan benda tajam.

Bergeser kepada keterangan beberapa saksi kunci yang ditemukan wartawan, saat kejadian berlangsung, korban sempat berteriak minta tolong. Saksi yang juga sekaligus tetangga korban saat itu memilih enggan melihat langsung ke lokasi kejadian. Mereka berdalih merasa takut kepada pelaku yang diduga berjumlah tiga orang tersebut.

Hingga saat ini, polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak empat kali. Selain itu, petugas korps berseragam cokelat ini juga membentuk tim khusus berjumlah puluhan anggota, yang terbagi kedalam lima tim.

Tim khusus yang terbentuk ini sempat berupaya menguak tabir pembunuhan Dullah melalui rekaman closed circuit television (CCTV), yang ada di sekitar lokasi kejadian. “Hingga saat ini kami masih mempelajari hasil rekaman CCTV di sekitar lokasi, bahkan tim juga terus melakukan pendalaman,” tegas Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Pelaku pencurian yang melancarkan aksi pembunuhan ini bisa dikatakan sangat berpengalaman. Sebab, selain tidak ditemukannya sidik jari di lokasi kejadian, anggota kepolisian juga menduga jika sebelum melancarkan aksi, pelaku sudah melakukan survei di toko milik korban yang buka nyaris 24 jam tersebut.

“Atas dasar inilah, kami menduga jika komplotan di balik perkara pembunuhan merupakan seorang residivis. Tapi kami masih belum bisa memastikan karena pelaku sementara belum ditemukan,” sambung perwira polisi dengan tiga balok dibahu tersebut.

Di sisi lain, ada dugaan mencuat jika dalang dan motif di balik kasus pembunuhan ini, lantaran dendam. Sebab, sebelum tinggal sendirian, belakangan diketahui Dullah sempat tinggal bersama seorang laki-laki. “Dulu sempat ada pria yang kos di tempat korban, namun hanya beberapa bulan saja,” kata salah satu saksi kunci sekaligus saksi mata yang harus kami rahasiakan identitasnya ini.

Indikasi itu semakin menguat ketika ada beberapa tetangga, yang sempat mengetahui tiga orang pelaku kabur, sembari membawa sepeda motor Honda Vario nopol N-5215-AA, milik korban. Diperoleh keterangan, tiga pelaku itu beraksi menggunakan jaket jemper dan penutup wajah.

Dua orang bertugas sebagai eksekutor. Sedangkan satu orang lainnya berjaga di depan lokasi kejadian. Setelah melancarkan aksinya, ketiga pelaku seketika kabur mengendarai sepeda motor satria dengan kenalpot brong.

Sementara itu, salah satu tim penyelidikan sempat menuturkan, selain sederet upaya yang telah dilakukan, polisi juga terus mengorek informasi dari kerabat dan orang terdekat Dullah. “Handphone milik korban dibawa anaknya selama tiga bulan sebelum akhirnya kasus pembunuhan terjadi. Jadi kami sedikit kesulitan mengorek informasi. Semoga tim yang dilapangan segera berhasil mengungkap kasus ini,” ujar salah satu polisi yang berpesan agar tidak ditulis namanya ini.


End of content

No more pages to load