Satpol PP Segel Kandang Ayam Kasemah, Ini Sebabnya

Satpol PP beserta Muspika saat menyegel kandang ayam yang dianggap meresahkan warga (foto : dok. Pol PP Tulungagung)
Satpol PP beserta Muspika saat menyegel kandang ayam yang dianggap meresahkan warga (foto : dok. Pol PP Tulungagung)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Satpol PP Kabupaten Tulungagung akhirnya bertindak tegas, dengan menyegel kandang ayam potong di peternakan milik Kasemah, di Dusun Ngadirejo, Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, Jumat (11/1/2019).

Penyegelan dilakukan dengan memasang sebuah spanduk segel dibentangkan anggota Satpol PP di bagian selatan kandang. Kandang milik Kasemah disegel lantaran tidak memiliki ijin usaha. “Ini kami segel karena tidak mempunyai izin usaha,” tegas Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Tulungagung, Koestoyo. 

Di dalam spanduk segel itu terdapat penjelasan, bahwa kandang itu menyalahi  Peraturan Daerah (Perda) nomer 7/2012, tentang pelaksanaan ketertiban umum, yang dijabarkan dalam peraturan Bupati Tulungagung nomor 10 tahun 2016.

Koestoyo melamjutkan, segel akan dicabut jika pemilik usaha sudah mempunyai izin usaha. 
Salah satu syarat pengajuan izin harus mendapat persetujuan dari lingkungan. Selama lingkungan tidak mengizinkan, maka proses perizinan mustahil untuk diproses. 

“Selama enam tahun kandang ini beroperasi tanpa izin. Ini yang menjadi keluhan warga,” tambah Koestoyo.
Pihaknya sempat mendatangi rumah Kasemah, yang berjarak sekitar 150 meter dari lokasi kandang. Kasemah tidak menolah jika kandangnya disegel. 

Ada delapan warga yang menolah peternakan ayam milik Kasemah. Mereka beralasan, kandang ini menyebarkan bau busuk. Selain itu, pengelolaan kotoran ayam juga dianggap sangat buruk. Akibatnya lalat berkembang biak dalam jumlah besar.

Lalat-lalat ini beterbangan hingga ke rumah warga. Salah satu yang paling merasakan dampak keberadaan lalat ini adalah para pengusaha emping melinjo.

“Desa kami sentra pembuatan emping melinjo. Tapi setiap kami menjemur emping, lalat penuh mengerubuti,” keluh Sinawati (38), warga yang tinggal di timur kandang.

Sinawati menegaskan, tidak akan memberi izin peternakan ini beroperasi kembali. Sebab selama ini Kasemah dianggap tidak peduli dengan warga. Sudah ada tiga surat berjanjian bermeterai dan dua kali mediasi, namun Kasemah melanggar semua kesepakatan. 

“Sebenarnya sejak pertengahan 2018 kan sudah sepakat, kandangnya akan dikosongkan. Tapi 30 Oktober dia isi kandangnya lagi, dan baru panen awal Januari kemarin,” keluh Sinawati.

Sinawati berharap, kandang ini tutup dan tidak lagi beroperasi. Jika ingin melanjutkan usaha peternakan ini, Sinawati mengusulkan agar pindah ke lokasi lain.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top