Soto Glugoe disuguhkan di atas mangkuk dengan Koya, telur, kecambah, dan jeruk perut di jalan Raya Moh. Hatta Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Soto Glugoe disuguhkan di atas mangkuk dengan Koya, telur, kecambah, dan jeruk perut di jalan Raya Moh. Hatta Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)



Bagi pecinta makanan berkuah jika ke Kota Batu harus mencoba kuliner yang berada di Jalan Raya Moh. Hatta Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Di sini ada kuliner yang benar-benar nikmat, yakni Soto Glugoe yang dimasak secara khusus. 

Bahan dasar untuk memasak soto ini dibuat di atas arang. Tentunya citarasanya jauh berbeda dari pada umumnya yang dimasak di atas kompor dengan bahan bakar gas. Berdiri sejak tahun 2011 silam membuat soto ini mempunyai rasa yang khas. Saat dimakan, aroma yang keluar dari mangkuk itu pun sangat khas. 

Terlebih saat dinikmati dicampur dengan koya. "Cara memasak dengan menggunakan bahan seperti ini akan membuat cita rasa di lidah beda. Meskipun bumbu yang diolah itu sama, dan arang itu membuat kuah tetap hangat seperti di awal memasak," kata pemilik Soto Glugoe Hariadi Nurdin.

 Ia mengatakan untuk bumbu yang dimasak itu tidak jauh beda dengan rempah-rempah pada umumnya. Tetapi ayam yang digunakan adalah ayam kampung. "Proses membuatnya kita tidak mencampurkan bahan pengawet. Dan membuatnya dengan higienis kita jaga kebersihannya," imbuhnya Senin (21/21/2019).

Untuk membeli satu porsi soto ini konsumen harus merogoh kocek sebesar Rp 15 ribu untuk soto ayam biasa pakai nasi atau lontong. Sedangkan yang nambah jerohan dibandrol dengan harga Rp 20 ribu. Menurutnya pengambilan nama Glugoe itu diambil karena kecintaannya dengan kayu glugu. Sehingga tempat berjualnya itu cukup unik dari bahan kayu glugu. 

Mulai dari meja, kursi, rombong, dan hiasan yang mempercantik. "Yang membedakan juga dari tempat ini, memang sengaja saya desain dengan kayu glugu semua supaya sesuai dengan namanya," tambah Hariadi. 

Di warung sederhananya itu ternyata Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menjadi salah satu langganannya. Lalu wisatawan luar daerah seperti Bandung, Sumatera, Bali juga pernah mencicipi soto Hariadi ini. Bahkan wisatawan mancanegara dari Australia dan India juga pernah menikmatinya.


End of content

No more pages to load