Suasana saat siswa-siswi SD di ruang rapat internal DPRD Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Suasana saat siswa-siswi SD di ruang rapat internal DPRD Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



Ada suasana berbeda di ruang rapat internal DPRD Kota Malang, hari ini (21/1/2019). 

Selain lima anggota dewan dari berbagai fraksi, hadir pula 55 siswa Sekolah Dasar (SD) Plus Qurrota A'yun Kota Malang yang duduk di ruangan bagi wakil rakyat itu.

Mariella Putri Widyatama, salah seorang siswi kelas V mengaku senang bisa bertemu langsung dengan anggota dewan berkunjung ke gedung DPRD Kota Malang. 

Selain mendapatkan pengalaman baru, siswi asal Gadang ini dapat melihat langsung kerja anggota dewan. 

"Nanti kalau sudah dewasa ini mejadi anggota DPR. Belajar ke sini (gedung dewan) lebih banyak pengetahuan, tetapi jangan sampai mencontoh korupsinya," kata Putri.

Kepala Sekolah SD Plus Qurrota A'yun, Rokhmad mengungkapkan bahwa kegiatan di luar sekolah ini dilakukan agar siswa tidak bosa belajar di sekolah. 

Selain itu, juga memberikan pembelajaran pada siswa terkait tugas legislatif. 

"Kegiatan pembelajaran di gedung DPRD ini merupakan acara tahunan bagi siswa kelas V, ini sudah tahun yang ke-7," ujarnya.

Tak hanya berkunjung ke DPRD Kota Malang, siswa dan siswa SD Plus Qurrota A'yun juga akan berkunjung langsung ke gedung DPR-MPR RI, Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga Istana Negara. 

Kunjungan juga bagian dari kegiatan pembelajaran di luar sekolah.  

Untuk bisa melakukan kunjungan ke berbagai gedung pemerintahan, pihak sekolah mengajarkan siswa untuk menabung sejak kelas I. 

Siswa menabung sebesar Rp 25 ribu per bulannya. Tabungan itu langsung dimasukkan dalam iuran sekolah bulanan. 

"Selama lima tahun menampung Rp 25 ribu per bulan, hasilnya bisa digunakan naik pesawat ke Jakarta untuk berkunjung ke gedung-gedung pemerintahan. Kami sengaja mengajarkan anak-anak, bagi siapa yang rajin menabung, maka akan menuai hasilnya," kata dia.

Selain itu, pihak sekolah pun juga ingin memberikan memori yang bagus pada anak-anak. Sebab, pada 25 tahun ke depan, siswa tersebut akan menjadi pemimpin bangsa.

"Sehingga di usia dini mereka harus punya pengalaman dan ingatan bahwa pernah masuk di gedung MPR/DPR, mereka bertemu tokoh di sana. Sehingga mereka termotivasi mewujudkan mimpinya saat dewasa nanti," tegas Rokhmad.

Sementara itu, salah satu anggota DPRD Kota Malang, Dito Arief mengaku, ia bersama rekan-rekan dewan lainnya telah memberikan wawasan dan pembekalan bagi siswa-siswi terkait tugas dan fungsi legislatif. Ia pun mengapreasiasi pembelajaran luar kelas yang digelar sekolah tersebut. 

"Kami memberikan motivasi dan pembekalan, apalagi mereka nanti juga akan punya kesempatan ke Jakarta mengunjungi badan-badan penting di sana. Mereka punya wawasan dan cita-cita yang tinggi di usia yang masih muda," pungkas Dito.


End of content

No more pages to load