Sidak Pasien DBD, Dewan Minta Bupati Segera Turun Tangan

Mengenakan kemeja biru, Ketua Komisi D DPRD Jombang berdialog dengan salah satu keluarga pasien saat sidak di ruang Seruni RSUD Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Mengenakan kemeja biru, Ketua Komisi D DPRD Jombang berdialog dengan salah satu keluarga pasien saat sidak di ruang Seruni RSUD Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JATIMTIMES, JOMBANG – Pihak legislatif meminta kepala daerah di Jombang untuk segera mengambil kebijakan mengenai wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mulai banyak menjangkit masyarakat di kota santri.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD Jombang, Syarif Hidayatulloh saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di RSUD Jombang, pada Jumat (1/2) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam agenda sidak yang dilakukannya sendiri tanpa anggota Komisi D lainnya, mendapati sejumlah balita dan anak-anak yang sedang mendapatkan perawatan di ruang Seruni RSUD Jombang.

Pada kesempatan itu, Syarif menyampaikan bahwa kondisi wabah DBD di Jombang sudah memprihatinkan. Untuk itu, Ketua Komisi D DPRD Jombang ini meminta Kepala Daerah untuk tidak berdiam diri dan menutup mata dengan kondisi saat ini.

"Nanti kita coba koordinasi dengan pemerintah setempat. Kalau memang butuh KLB (Kejadian Luar Biasa), ya harapan saya mereka berani memutuskan ini apakah KLB atau bukan. Bukan malah diam terus gak tau apa-apa," tegas pria yang akrab disapa Gus Sentot itu.

Selain itu, Sidak Ketua Komisi D ini, juga menemukan kondisi ruang Seruni RSUD Jombang yang mengalami over kapasitas. Terlihat di lorong ruang Seruni terdapat banyak pasien yang dilakukan perawatan di lorong atau jalur evakuasi ruang Seruni.

"Kalau berbicara yang sakit, ini sudah overload. Memang kenyataannya seperti ini, kita kekurangan tempat banyak yang sakit," terangnya.

Sementara, dari penjelasan Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, bahwa ada 72 pasien suspek DBD usia anak-anak yang dirawat di ruang Seruni tersebut. "Hari ini kita layani 72 anak dengan suspek demam berdarah. Dari 72 ini, yang tegak betul-betul demam berdarah hanya 12 orang. Ya semua yang kita rawat di sini anak-anak," jelasnya.

Sedangkan untuk penanganan pasien, dr Pudji menjelaskan, bahwa pasien terus tertangani dengan asupan cairan untuk menjaga stabilitas trombosit. "Penanganan sesuai dengan protap yang ada. Cairan kita jaga, dan alhamdulillah semuanya stabil," tutupnya.(*)

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top