Rest area sudah terbangun di Jalibar Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Rest area sudah terbangun di Jalibar Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Sejauh mata memandang, pemandangan indah alam pegunungan memenuhi kawasan Jalur Lintas Barat (Jalibar). Indahnya pemandangan ini menjadi kelebihan dilakukannya pembangunan rest area di area tersebut, di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Saat ini, rest area sedang dalam proses pembangunan.

Mulanya, di kaki gunung panderman itu hanya hamparan luas rumput. Sekarang sudah berubah menjadi bangunan baru yang sudah diberi batas-batas dan terdapat pendopo. Bangunan itu nanti akan dijadikan kios-kios untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) yang saat ini masih berjualan di sepanjang Jalibar. Rest area itu juga sebagai tempat peristirahatan bus dan wisatawan.

Kepala Desa Oro-Oro Ombo Wiweko mengatakan, dari luas area tanah kas desa 41 hektare, yang dimanfaatkan untuk rest area 10 hektarre. Rencananya akan ada 43 pedagang yang akan mengisi kios tersebut. “Dari sejumlah 43 pedagang itu semua merupakan warga dari Desa Oro-Oro Ombo. Karena memang ini kita buat untuk perekonomian warga,” ungkap Wiweko. 

Ia menambahkan, selama ini Jalibar menjadi jujukan wisatawan. Kemudian bermunculan pedagang kali lima (PKL) yang merupakan warga sekitar. Karena itu, desa memiliki keinginan mengembangkan wisata di tanah kas desa tersebut.

“Setelah dibangunnya akses Jalibar ini banyak orang yang ke sini untuk melewati jalan. Mereka juga berhenti untuk melakukan selfie (swafoto) karena pemandangannya,” katanya. 

Pemandangan alam pegunungan memang menjadi daya tarik di kawasan tersebut. Karena dari kawasan jalibar bisa dilihat Gunung Arjuna dan Gunung Panderman. “Para pedagang naninya akan menjajakan kuliner mulai dari makanan ringan sampai berat, minuman, oleh-oleh juga,”jelas Wiweko, Sabtu (2/2/2019).

Menurutnya dengan adanya rest area ditata sedemikian rupa agar nyaman dan terkesan elegan. Tidak seperti sekarang yang ditempati penjual seenaknya. Rest area juga menjadi salah satu cara supaya penataan warung lebih rapi dan tertata. Sebab rest area ini juga akan menjadi sentral wisata jalibar.

Menurutnya dengan adanya rest area ini menjadi pilihan wisatawan untuk berkunjung sejenak. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga Desa Oro-Oro Ombo. “Ini juga untuk mewujudkan visi Kota Batu yakni Desa Berdaya Kota Berjaya,” tutupnya.

 


End of content

No more pages to load