Gandeng Aremania, Potensi Pembalap di Jawa Timur Bakal Go Internasional

Puluhan bikers saat menjajal sirkuit balap di halaman Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Puluhan bikers saat menjajal sirkuit balap di halaman Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Selain dikenal dengan potensi sepak bolanya, di Malang ternyata juga terdapat banyak bibit unggul di bidang balap. Nyatanya, puluhan bikers nampak antusias saat berpartisipasi dalam agenda fun race yang diadakan di halaman Stadion Kanjuruhan, Minggu (3/2/2019) siang. 

Mulai dari anak-anak hingga dewasa, terlihat bersemangat saat mengeber kendaraannya ketika melumat tikungan. Seolah tak mau kalah dengan seniornya, puluhan anak-anak juga terlihat lincah saat mengendarai moto GP mini mereka. “Sedikitnya ada sekitar 50 pembalap se-Jawa Timur yang terlibat dalam fun race kali ini. Rata-rata pesertanya berasal dari Malang raya,” Kata David Febrian Arisandi selaku pengagasa acara fun race. 

Pria yang akrab disapa David Unyil ini, berharap dengan adanya kegiatan fun race, nantinya bakal ada pembalap dari Malang yang bisa go nasional bahkan internasional. “Selama ini masih jarang pembalap dari Malang yang mendapat fasilitas untuk berkarir di kancah Nasional. Dengan adanya fun race, selain bisa menjalin silahturahmi. Nantinya bibit unggul yang ada saat ini akan kita bina,” sambung pria asli Malang ini.

David Unyil beranggapan, jika sebenarnya potensi pembalap di Malang, sangatlah banyak. Hanya saja masih sedikit fasilitas yang didapat oleh para pembalap. Hal ini mengakibatkan sebagian dari mereka (pembalap) memilih untuk mengeber kuda besinya dengan balap liar. 

“Para Aremania dan D’kross juga kami libatkan dalam agenda ini. Jika sudah terjaring potensi pembalap yang ada, nantinya akan kita bawa ke kancah MotoPrix 2019,” tegas pria yang pernah mengukir berbagai prestasi di dunia balap ini.

Ditemui bersamaan, Ketua Panitia pelaksana, Martin CP menuturkan, dalam agenda yang baru pertama kali diadakan ini, dibagi menjadi beberapa klasifikasi. Yakni kelas 4 tak yang terbagi dalam kelas pemula dan open di cc 125 dan 150.

Selanjutnya, kelas dua tak juga dibagi dalam kategori pemula dan open. Dimana para peserta diklasifikasikan dalam kelas cc 116 dan 120. Menariknya, pada acara kali ini juga melibatkan anak usia 4 hingga 8 tahun, serta 9 hingga 12 tahun. “Peserta di kategori anak ini, masuk di kelas Moto GP mini,” pungkasnya.

 

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Yogi Iqbal
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top