The Jaten Park Kebonsari, Potensi Wisata yang Masih Tertidur

The Jaten Park Kebonsari, Ngebruk, wisata edukasi yang masih tertidur (Nana)
The Jaten Park Kebonsari, Ngebruk, wisata edukasi yang masih tertidur (Nana)

JATIMTIMES, MALANG – Semangat masyarakat desa untuk menggali potensi wisata di Kabupaten Malang terbilang luar biasa. Sejak digulirkannya tiga program strategis Kabupaten Malang yang salah satunya adalah mengenai optimalisasi pariwisata. Antusias masyarakat membeludak.
Berbagai desa pun mulai terlihat membangun pariwisata desanya. Baik yang diinisiasi oleh pemerintah desa, masyarakat sekitar maupun berbagai komunitas yang tumbuh di wilayah perdesaan. Salah satunya adalah The Jaten Park Kebonsari, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung.

The Jaten Park adalah hutan jati milik Perhutani yang awalnya belum disentuh untuk difungsikan lain. Misalnya, sebagai destinasi wisata desa seperti di berbagai wilayah perdesaan lainnya di Kabupaten Malang. 

Melihat potensi tersebut, para pemuda Desa Ngebruk yang tergabung dalam Komunitas Maju 58 (dibaca Maju Mapan) pun bergerak. Mereka melakukan berbagai koordinasi dengan pihak perhutani untuk menyulap lokasi tersebut menjadi destinasi wisata desa.

Gayung bersambut. Pihak perhutani menyetujui usulan para pemuda Ngebruk tersebut. Maka, pertengahan tahun 2018 pun sebuah lokasi yang disebut embrio wisata oleh Dodit Sugiarto penggagas dan penasihat komunitas maju mapan, dibangun.
"Kita hanya memberikan beberapa sentuhan saja, tidak merubah konsep dari hutan itu sendiri. Memberi pagar, membangun beberapa gazebo, stage panggung dan beberapa hamok serta hiasan lainnya," kata Dodit kepada MalangTIMES, Minggu (03/02/2019) di lokasi The Jaten Park Kebonsari.

Disebut The Jaten Park, masih menurut Dodit, karena wilayah tersebut telah lama dikenal masyarakat dengan sebutan Jaten. Sehingga diambillah nama tersebut untuk lokasi yang direncanakan sebagai destinasi wisata edukasi ke depannya.

Lokasi Jaten sangat mudah dijangkau dengan jalan aspal masuk desa Ngebruk yang sudah terbilang mulus. Di sisi The Jaten, lapangan sepakbola yang masih dipertahankan sampai saat ini serta hamparan persawahan warga. Menambah kesan alamiah dan sejuk bagi siapapun yang berkunjung ke sana.
"Rencana awal memang kita bentuk ini agar masyarakat bisa menikmati alam yang masih alamiah. Selain tentunya ke depan kita rencanakan adanya berbagai penambahan fasilitas edukasi," terang Dodit yang menegaskan, kelak bila telah menjelma wisata desa, pihaknya tidak akan menarik karcis di lokasi tersebut.

Kelebihan lain dari pengamatan MalangTIMES, The Jaten Park bisa jadi ruang belajar pelajar untuk mengenal berbagai tetumbuhan yang ada. Ruang relaksasi  untuk acara-acara gathering, berkemah serta aktifitas alam lainnya. Dengan luas 108 hektar (ha), wilayah perhutani di Kebonsari, Ngebruk, masih terbuka lebar menyediakan berbagai aktifitas alam. Seperti jelajah hutan jati sampai pada permainan ketangkasan yaitu War Game's. 

Hanya diperlukan beberapa sentuhan, The Jaten Park Kebonsari menjelma menjadi wisata alam berbeda dengan yang telah ada saat ini di Kabupaten Malang. Misalnya pembangunan joging track untuk antisipasi musim hujan, karena merupakan wilayah hutan. Sampai pada penambahan fasilitas bermain.

Bahkan, The Jaten Park yang saat ini berupa beberapa fasilitas bermain masyarakat, telah cukup mengundang orang-orang datang ke sana. Beberapa pelajar serta remaja telah meramaikan lokasi tersebut. Ada yang asyik berswafoto, mencoba hamok, bahkan belajar memanah dan menembak di lokasibyang telah disediakan di The Jaten Park.

"Harapan kami ke sana. Bahkan, di sini sudah dikenal sebagai tempat bermain war game's oleh komunitas soft gun's. Masih banyak ruang yang bisa dimaksimalkan sebagai wisata. Tentunya tanpa merubaj konsep alam dan fungsi hutan ini sendiri," pungkas Dodit.
 

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top