Balekambang Kerap Dihajar Hoax, Pengelola Akan Gelar Sholawat

Kecantikan Pantai Balekambang kerap dihajar kabar bohong atau hoax (malaspulang.com)
Kecantikan Pantai Balekambang kerap dihajar kabar bohong atau hoax (malaspulang.com)

JATIMTIMES, MALANG – Pantai Balekambang di wilayah Bantur, sudah tidak lagi diragukan keindahan alamnya. Keberadaan pantai Balekambang, bahkan menjadi primadona pariwisata belum bisa tergoyahkan oleh destinasi wisata lainnya yang ada di Kabupaten Malang.
Popularitas pantai Balekambang diikuti juga dengan berbagai penambahan fasilitas oleh pihak pengelola yaitu PD Jasa Yasa Kabupaten Malang. Sehingga membuat nama Balekambang semakin moncer dan tak terkalahkan oleh wisata lainnya.

Tapi, di hadapan hoax, pantai Balekambang terpuruk. Kunjungan wisatawan turun drastis di tahun 2018 lalu. Bahkan diakhir tahun yang biasanya dipadati pengunjung, pantai Balekambang sepi. 

Hoax telah membuat pengelola pantai Balekambang juga dibuat pusing tujuh keliling. "Turunnya wisatawan ke Balekambang tahun lalu memang dikarenakan kabar bohong atau hoax. Walau kita berusaha untuk menangkis hoax tersebut, tapi kejadian tsunami di selat Sunda telah membuat kabar bohong begitu kuat dan membuat takut wisatawan," kata Ahmad Faiz Wildan Direktur Utama PD Jasa Yasa Kabupaten Malang.

Gara-gara hoax tingkat kunjungan ke pantai Balekambang di tahun 2018 turun sekitar 70-75 persen dibandingkan dengan tahun 2017. Tercatat dari 15 ribu pengunjung di akhir tahun 2017, hanya mampu mendulang wisatawan sekitar 7 ribu saja. "Hoax sangat berdampak buruk bagi dunia pariwisata. Kita menyayangkan kok masih saja ada orang yang menyebarkannya. Apalagi kabar duka yang kemudian mereka sebarkan menjadi hoax diberbagai media sosial," ujar Wildan sapaan Dirut PD Jada Yasa Kabupaten Malang.

Kondisi tersebut membuat PD Jasa Yasa akan menggelar kegiatan rohani melalui shalawatan bersama di pantai Balekambang. Shalawat bersama yang nantinya diikuti oleh masyarakat sekitar serta seluruh pedagang yang ada di Balekambang ditujukan dalam upaya memohon perlindungan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Rencananya kita gelar shalawat bersama. Selain sebagai rasa syukur kita atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan. Ungkapan permohonan perlindungan dari segala malapetaka. Sekaligus sebagai penegas kepada masyarakat bahwa balekambang tetap aman untuk dikunjungi," ujar Wildan.

Disinggung harapan di tahun 2019 terhadap kunjungan wisatawan ke pantai Balekambang, Wildan menyatakan, pihaknya tentu berharap yang terbaik dari tahun-tahun lalu. Terbaik bagi masyarakat sekitar yang mencari kehidupan di pantai Balekambang. Serta terbaik juga dalam memberikan pendapatan asli daerah.

Apalagi, lanjut Wildan, di tahun 2019 ini berbagai pembangunan pendukung jalan wisata ke malang selatan direncanakan bisa diselesaikan. "Kalau semua sudah terhubung dengan baik, seperti jembatan baja jurang mayit di Srigonco serta akses jalan lainnya. Saya pikir akan semakin banyak pengunjung yang datang ke sini," pungkasnya.

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : A Yahya
Publisher : Yogi Iqbal
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top