Mata Air Rusak, Warga Supit Urang Curhati Pihak Kecamatan tantang Pembangunan Plengsengan Perumahan

Warga Dusun Supit Urang saat curhat kepada Pemerintah Kecamatan Karangploso atas pembangunan plengsengan pihak pengembang perumahan yang bisa merusak mata air (Karlos for MalangTIMES)
Warga Dusun Supit Urang saat curhat kepada Pemerintah Kecamatan Karangploso atas pembangunan plengsengan pihak pengembang perumahan yang bisa merusak mata air (Karlos for MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Kembali, wilayah Karangploso, tepatnya di Dusun Supit Urang, Desa Bocek, diterpa persoalan adanya pembangunan plengsengan milik pengembang perumahan. Rencana yang akhirnya menuai protes warga dikarenakan pembangunan tersebut berada di atas mata air yang selama ini dimanfaatkan warga untuk kebutuhan hidup sehari-hari, selain untuk mengairi sawah yang dikelola warga.

Warga pun menolak rencana pembangunan tersebut. Dimana, menurut para warga,  pembangunan tersebut dikhawatirkan akan merusak mata air warga. Dikarenakan pepohonan di atasnya telah ditebangi. Selain itu juga pembangunan plengsengan telah melewati batas milik tanah pengembang perumahan. 

Sontak saja dengan adanya pembangunan tersebut, semakin membuat warga gerah. Tiga mata air yang selama ini untuk mencukupi kebutuhan warga serta untuk mengairi sawah, akan rusak dengan adanya pembangunan tersebut.

"Setidaknya ada tiga mata air di dusun kami. Satu sudah rusak dan tidak mengeluarkan air. Sedangkan dua mata air sisanya juga mengalami kerusakan. Walau masih mengalirkan air tapi debitnya kecil. Padahal ini musim hujan," kata Sunarto (51) koordinator warga Dusun Supit Urang.

Hal inilah yang membuat warga akhirnya mendatangi kantor Kecamatan Karangploso. Mereka curhat atas kondisi tersebut serta meminta agar rencana pembangunan dihentikan.

Dyah Ekawati Nicotiana Camat Karangploso pun memberikan reaksi positif atas kesadaran warganya dalam menyampaikan aspirasi. Dirinya mengatakan, bahwa kedatangan warga ke kantor kecamatan untuk membahas persoalan tersebut sangat tepat.

"Jadi memang kemarin (Senin, 04/02/2019) warga datang dan ditemui Sekcam. Kebetulan saya lagi ada tugas luar kota. Warga menyampaikan aspirasinya dan kita terima. Insya Allah secepatnya kita laporkan ke kabupaten persoalan ini," kata Dyah kepada MalangTIMES, Selasa (05/02/2019).

Dirinya juga menyampaikan dari hasil curhat warga atas rencana pembangunan tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi. "Dari laporan dihentikan memang. Apalagi pihak pengembang setelah kami mempelajari, belum ada izin yang kami rekomendasikan," ujarnya. 

"Kedatangan warga tersebut bukan untuk berdemo. Tapi mereka istilahnya curhat kepada kami. Dan tentunya akan kami tindaklanjuti aspirasi mereka," imbuh Dyah.

Pernyataan Camat Karangploso tersebut, diamini oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Malang, Muslimin. Dirinya mengatakan, proyek yang dibangun oleh pengembang di atas mata air tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal itu diketahui Muslimin setelah dirinya meninjau langsung lokasi.

"Belum ada IMB-nya itu. Masyarakat juga menolak pembangunan perumahan di atas sumber mata air. Mata air itu dipakai untuk air bersih dan pertanian," ujarnya.

Protes warga tersebut juga sangat berdasar. Pasalnya, proyek pembangunan perumahan memang bisa membuat kebutuhan air dari sumber tersedot. Ujung-ujungnya debit air semakin menurun karena banyaknya yang mempergunakan. Hal ini diperburuk dengan banyaknya pohon yang harus dikorbankan untuk pembangunan perumahan.

Kondisi tersebut yang membuat Muslimin mendesak agar Pemerintah Kabupaten Malang secepatnya mengambil langkah atas temuan tersebut.

"Kami akan pantau dan kawal. Kalau ini mentok, ya hearing di kantor dewan dan kami fasilitasi dengan pihak terkait," ujar Muslimin.

Dari  data situs Desa Bocek, pengembang  yang membangun perumahan di Dusun Supit Urang, sejak tahun lalu adalah PT. Mahakarya Evelyn selaku pelaksana dan pemilik perumahan Karangploso Town House. 

Dimana di akhir tahun 2017 lalu, pihak pengembang telah melakukan sosialisasi atas rencana pembangunan perumahan di lokasi tersebut. Sedangkan pembangunan perumahan dilakukan di tahun 2018 lalu. 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top