Dinas Koperasi Dorong UMKM Go International dengan Merek Sendiri

Tri Widyani, kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang. (foto Nurlayla Ratri/Malang Times)
Tri Widyani, kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang. (foto Nurlayla Ratri/Malang Times)

JATIMTIMES, MALANG – Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)  di Kota Malang memang terus berkembang setiap tahun. Bahkan, UMKM di Kota Malang juga masih memiliki potensi luar biasa.

Untuk mendukung perkembangan UMKM di Kota Malang ini, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang  terus memberikan berbagai fasilitas. Salah satunya memfasilitasi para UMKM tersebut dengan cara me-matching-kannya dengan para pembeli atau buyer.

"Kami sudah memfasilitasi klinik bisnis yang terus berjalan sampai sekarang. Dengan klinik bisnis ini, kami jadi tahu seperti apa UMKM itu sehingga kami bisa matching-kan dengan buyer dan nantinya UMKM itu akan cepat berkembang" ujar Tri Widyani, kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang.

Lewat  klink bisnis pula,  dengan melihat beragamnya persoalan yang dihadapi kalangan UMKM, Tri Widyani menuturkan pihaknya  akan menyiapkan tutor dan mentor yang lebih variatif sehingga nanti akan mengetahui permasalahan apa yang dihadapi  UMKM.

"Dengan adanya beragam masalah yang dihadapi UMKM, kami juga akan menyiapkan tutor-tutor dan mentor yang lebih variatif. Jadi, kami bisa mengelompokkan UMKM sesuai dengan permasalahan supaya UMKM itu lebih profesional," tambahnya.

Tri Widyani menuturkan bahwa ia sudah mengomunikasikan kepada para pelaku UMKM di Kota Malang agar bisa go international. Dinas Koperasi  dan UMKM juga memberikan fasilitas yang dibutuhkan  pelaku UMKM yang ingin beranjak go international. 

"Sekarang tergantung UMKM-nya, siap tidak dengan fasilitas itu. Kadang-kadang begitu mereka kami lebarkan peluang pasarnya, mereka tidak sanggup memberikan kebutuhan yang diminta," kata Yani, panggilan akrabnya.

Selain itu, menurut Yani, kebanyakan pelaku UMKM saat mengirim barang  ke luar negeri tidak menggunakan mereknya sendiri. Akhirnya para pelaku UMKM itu sendiri yang akan merasakan kerugian.

Yani berharap, dengan fasilitas yang ada, terlebih lagi agar diakui di mancanegara, pelaku UMKM secepatnya harus mengurus merek. "Rata-rata kalau mereka sudah keluar, mereka kan tidak pakao mereknnya dia. Ya rugi sendiri akhirnya. Sekarang kalau dia mau punya merek, ya segera harus urus hak merek," ucap Yani. 

Pewarta : Luqmanul Hakim
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top