Wakil Wali Kota Blitar, Santoso.(Foto : Team BlitarTIMES)

Wakil Wali Kota Blitar, Santoso.(Foto : Team BlitarTIMES)


Editor

Heryanto


Pemerintah Kota Blitar saat ini bak seorang buta tanpa tongkat menyusuri jalanan.

Pasalnya, ketika akan bertindak memutuskan persoalan sosial ekonomi masyarakat luas dalam hal ini kebijakan penentuan eksistensi salah satu hiburan yakni, tempat karaoke, belum memiliki peraturan untuk itu.

Dampaknya, terkini langkah yang hanya bisa dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan terkait hiburan tempat karaoke, pemkot Blitar berpegang pada Perda Nomor 1 tahun 2017 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum dan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 16 tahun 2014 tentang Standart Usaha Karaoke.

"Kami masih berpegang pada dua aturan itu. Karena kami belum memiliki peraturan daerah tentang tempat hiburan," jelas Wakil Walikota Blitar, Santoso, Selasa (05/02/2019).

Belum memilikinya peraturan daerah soal itu, lanjut dia, pihaknya tidak bisa berbuat banyak ketika akan bertindak menertibkan tempat karaoke yang menyalahi aspek susila, sosial kemasyarakatan dan tentunya ketenteraman masyarakat luas.

Oleh karena itu, tahun ini pemkot Blitar akan merancang perda tentang hiburan. Di dalam perda tersebut juga akan dimuat materi penindakan tempat hiburan, khususnya tempat hiburan karaoke yang menyalahi aspek sosial dan kesusilaan masyarakat.

"Dengan adanya perda itu, nantinya ada kejelasan aturan dan penegakan hukumnya,” katanya.

Lebih lanjut, dalam penyusunan perda tersebut, pemkot akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar. Akan menyusun draf terkait tentang usaha tempat hiburan.

“Ya, kami nanti akan minta dinas pariwisata untuk menyusun draf perda tentang tempat hiburan ini. Khususnya mengenai usaha karaoke,” ungkapnya.

Selama ini, pemkot memang belum memiliki aturan mengenai tempat usaha karaoke. 

Dalam penindakannya pemkot mengandalkan perda tentang pantribum. 

Seperti penegakan karaoke Maxi Brillian yang digerebek Polda Jatim karena diduga menyajikan tarian terlarang awal Desember lalu.(*)


End of content

No more pages to load