Terhambat Musim Hujan Perajin Kayu di Kota Batu Sampai Meliburkan Diri

Kayu-kayu untuk kerajinan yang dijemur di depan rumah di Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kayu-kayu untuk kerajinan yang dijemur di depan rumah di Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES, BATU – Jika datangnya hujan saat perayaan Imlek Selasa (5/2/2019) menjadi berkah tersendiri bagi umat Tionghoa. 

Hal itu berbeda dengan para perajin kayu di Kecamatan Junrejo. 

Bagaimana tidak, musin penghujan menjadi hal yang cukup merugikan. 

Sebab cuaca mendung dan hujan setiap hari mengakibatkan proses pengeringan kayu menjadi lebih lama.

Proses pengeringan yang mereka lakukan masih tergolong tradisional dan mengandalkan sinar matahari untuk pengeringan kayu. 

Mereka belum sepenuhnya menggunakan oven atau pemanas elektrik.

Sehingga ketika musim kemarau kayu bisa kering dalam satu hari. 

Saat musim hujan proses pengeringan bisa molor hingga dua minggu.

“Musim hujan ini membuat produksi kayu kami jadi gak bisa banyak. Karena kayu bisa keringnya selama beberapa hari,” kata Hartono, perajin kayu Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Proses pengeringan saat hujan cukup panjang, kurang lebih bisa mencapai satu bulan jika hujannya setiap hari. 

Kadang dalam kondisi basah, terpaksa tetap dilakukan proses pembuatan kerajinan. 

Hanya saja setelah proses lalu dilakukan pengeringan lagi.

“Tapi kalau terlalu basah, memilih tidak memproses kayu. Terpaksa meliburkan diri hingga kayu benar-benar kering, Kalau dipaksakan produksi, harus kerja dua kali. Tapi kalau tidak produksi, pengiriman barang ke pembeli telat,” imbuhnya.

Karena musim hujan terjadi setiap tahun, maka masalah seperti itu akan selalu berulang. 

Padahal dalam sehari ia minimal harus membuat peralatan dapur seperti telenan, cobek, centong sebanyak 200 buah. Ia harus rutin mengirim selama dua minggu sekali.

”Sedangkan saya harus mengirim ke Surabaya dan Kalimantan dua minggu sekali. Kalau tidak dikerjakan ya enggak jalan nanti,” ungkap pria 47 tahun ini.

Hal senanda juga diungkapkan Sukirno, perajin kayu di Dusun Rejoso Desa Junrejo Kecamatan Junrejo. 

Musim hujan saat ini menghambat proses pengerjaan bahan baku. 

Padahal dalam satu hari harus bisa memproduksi 100 barang.

”Butuh kerja dua kali kalau musimnya seperti saat ini. Tapi mau gimana lagi, kalau di tempat lain ada juga yang berhenti proses produksinya," ucap Sukirno.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Batu TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top