Kota Batu Dibanjiri Dagangan Pernak-Pernik Ikon Imlek, Sayang Sepi Peminat

Pedagang yang menjual pernak-pernik imlek di jalan Diponegoro, Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Pedagang yang menjual pernak-pernik imlek di jalan Diponegoro, Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES, BATU – Pernak-pernik boneka barongsai, dan naga mewarnai sejumlah titik jalan protokol Kota Batu. Di antaranya di jalan Diponegoro dan jalan Panglima Sudirman Kecamatan Batu, Kota Batu. Sayangnya tidak banyak wisatawan maupun warga Kota Batu yang berminat untuk membeli aksesoris untuk merayakan hari Imlek tersebut.

Banyak dari pedagang itu mengeluhkan turunnya omset dibanding dengan penjualan tahun sebelumnya. Untuk satu pernak-pernik itu dijual dengan harga yang bervariasi mulai Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu per bijinya. Meskipun ada beberapa konsumen yang mengunjungi dagangan mereka, tetapi beberapa dari mereka tidak tertarik untuk membelinya. 

Salah satu pedagang di jalan Diponegoro Dodik Utomo mengatakan, jika pada Imlek tahun 2019 ini mengalami penurunan omset hingga 70 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Padahal bahan dasar untuk membuat pernak-pernik ini juga baik tapi sepi pembelinya. Jika tahun sebelumnya bisa meraih omset Rp 1 juta, tapi saat ini hanya mendapatkan Rp 300 ribu,” kata Dodik, Selasa (5/2/2019).

Meskipun demikian, para pedagang itu tetap bertahan dengan mengandalkan pesanan dari para pelanggannya. “Salah satu cara agar dagangan saya terjual, mengandalkan dengan pesanan. Karena memang diuntungkan dengan adanya pelanggan setiap tahunnya,” imbuhnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Batu TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top