Toyota Avanza Masih Jadi Raja Pasar, Wuling Convero Atur Strategi

Toyota New Avanza Tipe G terbaru (Luqmanul Hakim/MalangTIMES)
Toyota New Avanza Tipe G terbaru (Luqmanul Hakim/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Pemilihan mobil yang tepat untuk keperluan sehari- hari memang harus dipertimbangkan secara matang. Terlebih lagi banyak pabrikan mobil yang terus berinovasi untuk membuat produk terbarunya demi kebutuhan pasar.

Di Indonesia sendiri sudah banyak mobil dari berbagai tipe, model dan merek yang sudah beredar. Misalnya di kelas Low MPV ada Toyota Avanza, Mitsubishi Expander, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, Daihatsu Xenia, Wuling Confero dan Nissan Grand Livina.

Namun, selama tahun 2018 lalu, Toyota Avanza masih menjadi raja pasar di Indonesia. Dengan total penjualan selama satu tahun kurang lebih 82.167 unit berdasar data dari Gaikindo, tentunya mobil ini bisa dikatakan menjadi mobil yang paling banyak diminati oleh warga Indonesia. 
Menyikapi hal tersebut Mayzal Prasetyo, Sales Supervisor Toyota Auto 2000 angkat bicara. Ia mengatakan bahwa dengan adanya data tersebut, Toyota Avanza memang pantas menyandang gelar "Mobil Sejuta Umat".

"Minat masyarakat untuk membeli mobil Avanza ini luar biasa. Apalagi yang baru ini," ujar Mayzal.

Ia menuturkan bahwa besarnya minat masyarakat terhadap unit Avanza lebih besar daripada unit lain di kelas MVP. 

"Avanza itu harga jual kembalinya tinggi, biaya maintenace nya murah, terus juga perawatan yang mudah," tambahnya.

Ia beranggapan bahwa pemilihan Avanza  untuk mobil sehari hari, merupakan produk dengan design yang bagus, harga yang cukup oke di kantong.

Namun sebagai pendatang baru di Indonesia, produk Wuling Convero milik Wuling motor cukup memberikan anggapan bahwa mobil ini bisa menjadi pesaing bagi pabrikan mobil di kelas Low MVP lainnya. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya data dari Gaikindo yang menyebutkan bahwa selama tahun 2018 Wuling Confero sudah beredar di Indonesia  sebanyak 11.062 unit dan sudah menyaingi penjualan Grand Livina dari Nissan.

Hal tersebut cukup membuktikan bahwa pabrikan mobil asal China yang baru masuk Indonesia di akhir tahun 2017 silam, cukup diminati oleh masyarakat Indonesia walaupun masih baru di negara Indonesia.

Dengan jumlah penjualan di tahun pertamanya, Zarra Yuniar Sales Supervisor Wuling Motors mengungkapkan bahwa Confero nantinya akan bersaing dengan raja pasar kelas Low MPV Toyota Avanza.

"Kita merupakan produk dari General Motor (GM), dan orang orang sudah mulai melek kepada kualitas produk dari GM. Maka dari itu, jadi bukan hanya Livina yang kita salip, Avanza Xenia pun nanti kita bisa atasi," kata Zarra.

Ia menuturkan bahwa Wuling Confero memiliki banyak kelebihan untuk menyangingi mobil kelas Low MPV lainnya. Selain harganya yang di bawah Rp 200 jutaan dan paling murah di kelasnya, ia menuturkan bahwa mobil tersebut memiliki beberapa kelebihan seperti ukuran yang lebih besar sehingga memiliki kabin yang luas, kemudian teknologi switch control di setir yang sudah menggunakan model seperti yang digunakan oleh Toyota Innova yang kelasnya lebih tinggi. Selain itu, mobil ini juga sudah menggunakan jok Kapten Seater seperti yang digunakan oleh mobil sekelas harga Rp 400 jutaan.

Tentunya untuk terus bertahan dalam persaingan di dunia otomotif, dua pabrikan mobil ini membuat strategi - strategi agar unit mereka bisa terus bersaing di pasaran Indonesia. Seperti yang diungkapkan mayzal, ia memiliki bsberapa strategi seperti memfasilitasi tukar tambah mobil Avanza lama dengan yang baru dengan ketentuan yang ada, pameran di mal terkenal di Malang,  memberikan souvenir khas Kota Malang kepada orang yang tanya tentang produk Avanza, dan masih banyak lagi strategi yang digunakan.

"Ada banyak strategi yang kita gunakan agar Avanza masih jadi raja pasar, misalnya tukar tambah Avanza lama dengan yang baru, pemberian souvenir untuk pengunjung yang menanyakan Avanza, dan lain sebagainya," ujar Mayzal.

Tak hanya diam, pihak Wuling pun juga memiliki strategi seperti sosialisasi tentang produk, meyakinkan ke customer bahwa kualitas Wuling tak kalah saing dengan produk lainnya, kemudian berprinsip tak kenal maka tak sayang dengan test drive.

"Strategi kita untuk bersaing itu pertama sosialisasi produk, meyakinkan customer dan juga karena tak kenal maka tak sayang jadi harus merasakan dulu, naik mobilnya," kata Zarra.

Pewarta : Luqmanul Hakim
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top