Ketua MMI Beber Sejarah Musik di Hadapan Mahasiswa Pascasarjana UB

Hengky Herwanto menjelaskan sejarah musik Indonesia kepada mahasiswa Pascasarjana Manajemen Media Universitas Brawijaya Malang, Rabu (7/2/2019). (Luqmanul Hakim/Malang Times
Hengky Herwanto menjelaskan sejarah musik Indonesia kepada mahasiswa Pascasarjana Manajemen Media Universitas Brawijaya Malang, Rabu (7/2/2019). (Luqmanul Hakim/Malang Times

JATIMTIMES, MALANG – Museum Musik Indonesia (MMI) mendapat kunjungan dari mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya Malang pada Kamis (7/2/2019).

Kunjungan ini merupakan kegiatan studi lapangan dari salah satu mata kuliah untuk peminatan manajemen media Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya. Selain merupakan studi lapang dari mata kuliah, kegiatan ini sendiri bertujuan mengenal lebih dalam sejarah permusikan di indonesia.

"Kami ke sini untuk mengikuti sejarah perkembangan musik di Indonesia, seperti bukti empiris berupa piringan hitam, majalah musik dan sebagainya" ujar  Antoni, dosen Ilmu komunikasi Universitas Brawijaya selaku pendamping studi lapang di MMI.

Dalam kegiatan tersebut, pengenalan lebih dalam tentang sejarah permusikan di Indonesia ini dilakukan melalui diskusi dengan Hengky Herwanto selaku ketua Museum Musik Indonesia. Dalam diskusinya, Hengky menjelaskan koleksi apa saja serta dari tahun berapa saja koleksi yang ada di dalam Museum Musik Indonesia.

"Di sini ada sekitar 26.000 koleksi, 16.000 koleksi kaset, 3.000 piringan hitam, 3.000 compac disc. Sisanya ada koleksi majalah musik, busana yang pernah dipakai musisi, alat musik, merchandise dan lain-lain," beber Hengky.

Ia menjelaskan beberapa sejarah musik seperti sejarah awal terbitnya kaset di Indonesia pada tahun 70-an. Sedangkan piringan hitam di Indonesia sendiri baru keluar tahun 55-an. 

Selain itu,  Hengky menjelaskan bahwa tak hanya musik Indonesia saja koleksi MMI. Tapi juga musik mancanegara yang pernah masuk ke permusikan Indonesia.

Dengan adanya kegiatan diskusi seperti ini, Hengky berharap akan bisa mengedukasi para peserta dan masyarakat Indonesia tentang seberapa kaya industri budaya musik yang ada di Indonesia. Sehingga, pengenalan yang terangkum pada kegiatan diskusi tersebut nantinya akan diajarkan kepada para generasi penerus bangsa.

"Tujuan adanya museum ini kan ada tiga. Edukasi,  riset, dan hiburan. Kami berharap nantinya bisa memberikan unsur pendidikan khususnya yang menyangkut masalah betapa kayanya seni budaya musik yang ada di negara kita ini" ujar Hengky.

 

Pewarta : Luqmanul Hakim
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top