Penampilan siswa kelas VIII A dengan topik fiksi kerajaan di aula SMPN 1 Batu, Kamis (7/2/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Penampilan siswa kelas VIII A dengan topik fiksi kerajaan di aula SMPN 1 Batu, Kamis (7/2/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)



SMPN 1 Kota Batu terus mengasah bakat dan  kreativitas  siswa melalui wadah Kamis Kreasi (Kamsi). Kamis (7/2/2018) kali ini, giliran kelas VIII haris berunjuk gigi di aula SMPN 1 Kota Batu.

Ratusan pelajar berkumpul memenuhi aula SMPN 1 Kota Batu untuk menyaksikan kreativitas yang akan dibawakan oleh teman-temannya itu. Antusiasme para penonton pun ternyata tingg saat melihat aksi teman-temannya.

Pertunjukkan teater dipilih oleh kelas VIII A di atas panggung. Mereka mengambil topik tentang fiksi kerajaan yang menceritakan raja dan ratu yang memiliki tujuh putri.

Dalam perjalanannya, terdapat beragam konflik. Salah satu konfliknya, harus ada penerus raja dari kerajaan tersebut. Tapi, tujuh putirnya itu tidak ada yang ingin dijodohkan.

Hingga akhirnya, salah satu putri bertemu dengan pria yang akhirnya mereka mendapatkan restu dari raja dan ratu. Drama kolosal itu berlangsung selama 45 menit lamanya.

Wali Kelas VIII A SMPN 01 Kota Batu Nyoto Budi Asih mengatakan, cerita itu diangkat merupakan hasil kreasi anak-anak didiknya. Pesan yang disampaikan adalah menunjukkan bentuk kasih sayang kedua orang tua terhadap anaknya.

“Segala sesuatu yang anak-anak tampilkan ini adalah kreativitas mereka sendiri. Dari ceritanya, make up, dekorasi panggung dan sebagainya, mereka sendiri,” kata Asih.

Untuk menciptakan sebuah karya tersebut, anak didiknya harus menyiapkan waktu selama dua minggu untuk latihan di luar jam sekolah.

Menurut Asih,  Kamsi ini untuk membentuk sebuah karakter dan mengeluarkan bakat-bakat yang dimiliki. “Sekaligus potensi seperti apa sih yang mereka punya ini,” imbuhnya.

Sementara itu, siswi kelas VIII A Nadya Fiza menambahkan, bisa menampilkan drama kolosal merupakan pengalaman pertama yang pernah dilakukannya. “Grogi, karena ini penampilan pertama di bidang ini,” ucap Nadya.

Tetapi, lanjut Nadya, hal ini menjadi pengalaman untuk mengenali dan mengenal potensi bakatnya. Tentunya hal ini juga untuk menguji percaya diri hadapan banyak orang.

“Melatih kepercayaan diri di hadapan banyak orang. Karena biasanya saya itu bidangnya di menggambar dan karawitan,” tutupnya. 


End of content

No more pages to load