10 Daerah yang Pernah Ingin Berpisah dengan Indonesia dan Merdeka sebagai Negara Sendiri

Bali merupakan salah satu yang ingin membebaskan diri dari NKRI saat itu.
Bali merupakan salah satu yang ingin membebaskan diri dari NKRI saat itu.

JATIMTIMES, BATU – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk karena perbedaan. Beda suku, beda agama, beda budaya. Justru karena perbedaan itulah, Indonesia menjadi kuat. Namun, dalam perjalanannya, ada riak-riak kecil gerakan separatis yang ingin lepas dari Indonesia. 

Berikut ini 10 daerah yang pernah ingin berpisah dari Indonesia dan merdeka sebagai negara sendiri.

1. Bali

Seruan Bali membebaskan diri dari NKRI sebenarnya sudah terjadi saat kepemimpinan presiden Soeharto. Namun tahun 2012 lalu, isu itu mencuat kembali karena terjadi bentrok di Lampung tentang kampung Balinuraga. Yakni konflik masyarakat Bali pendatang di Lampung dengan masyarakat Lampung asli. 

Hal itu membuat warga Bali marah karena merasa kaum minoritas tidak diperhatikan Indonesia. Tak lama setelah itu, muncul sebuah gerakan Bali Merdeka  karena rasa kecewa masyarakat Bali. 
 

2. Makassar

Pada tahun 1999, sekitar 20 ribu mahasiswa gabungan menuntut dibentuknya negara Sulawesi Merdeka. Hal itu dipicu atas dasar kekecewaan terhadap pengkhianatan Golkar yang diduga mengadakan siasat internal dalam memilih anggota dan MPR sehingga B.J. Habibie gagal jadi presiden lagi saat itu. Selain itu, mereka kecewa atas terpilihnya Megawati sebagai presiden.

3. Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut)

Warga Minahasa sudah ingin memisahkan diri dari NKRI. Yang paling diingat adalah ketika isu syariat di sejumlah daerah dan perkembangan SKB perizinan tempat ibadah yang akan disahkan 2006 silam. 

Saat itu wacana tersebut dirasa menjadi solusi apabila penindasan umat Kristen terus berlangsung. Tuntutan itu kembali muncul oleh Gerakan Minahasa Merdeka, saat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dinyatakan bersalah karena dianggap menistakan agama.

4. Minangkabau, Sumatera Barat 

Pada  2013 lalu, pemangku adat Minangkabau melalui Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) kecewa kepada DPR RI yang mengesahkan UU desa. Lembaga ini menolak karena dirasa melemahkan eksistensi negara di Sumatera Barat sebagai satu kesatuan adat budaya dan sosial ekonomi. 

Karena kecewanya yang tinggi, lembaga ini bahkan meminta Sumatera Barat dipisahkan dari NKRI. Sebab, mereka merasa pemerintah pusat dirasa tidak menghargai eksistensi negari di sana.

Mereka menyatakan, sejak  2000 kembali ke negara dan masyarakat Sumbar menyambut baik dan senang akan hal itu. Namun kesenangan itu diusik oleh pemerintah pusat dengan memaksakan negara di sana menjadi desa. Mereka meminta agar tidak memaksakan konsep itu karena konsep desa dan negara berbeda. Selain itu, negari diistimewakan layaknya di Jogjakarta. 

5. Kalimantan 

Isu Brunei Merdeka yang menjadikan Pulau Kalimantan membentuk negara sendiri mencakup Kalimantan Barat, Timur, Tengah, Selatan, Sabah, Sarawak, dan Brunei Darussalam. Dan sewaktu-waktu bisa muncul ke permukaan sehingga harus diwaspadai oleh semua pihak. 

Sempat muncul rasa kekecewaan terhadap pemerintah sehingga afa keinginan untuk memisahkan diri dari NKRI. Pemicunya adalah akumulasi karena menganggap program penjabaran pembangunan kurang berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak. Apalagi, masyarakat di Kalimantan masih berkutat dengan kemiskinan dan keterbelakangan. 

6. Papua Barat

Melalui Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berdiri tahun 1965, mereka bertujuan memisahkan Papua Barat dan pemerintah Indonesia. OPM merasa tidak memiliki sejarah dengan bagian Indonesia yang lain. Penyatuan Papua dalam NKRI merupakan hasil perjanjian Belanda untuk menyerahkan wilayah bekas jajahannya ke Indonesia.

 

Namun, bagi OPM itu tidak ada bedanya dengan penyerahan penjajah ke penjajah lain. Hingga masa Perang Dunia 2, wilayah Papua masih terbagi menjadi dua kekuasaan Belanda dan Australia. 

Kedua negara tersebut kemudian melakukan perjanjian agar dua wilayah Papua ini disatukan dan merdeka. Namun kemudian presiden Amerika saat itu menulis perjanjian New York yang ditandatangani oleh Belanda, Indonesia, dan PBB. Saat ini muncul nama Negara Federal Republik Papua Barat. Mereka telah mengirimkan kepada presiden terkait dengan upaya rundingan mengakui sebuah negara di Papua. 

7. Aceh 

Sejak tahun 1976, Aceh diminta keluar dari Indonesia melalui Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang merupakan gerakan separatis. GAM muncul bukan hanya karena ingin mewujudkan cita-cita untuk membentuk negara dengan ideologi islam. Tapi juga karena faktor ketimpangan ekonomi antara pusat dan daerah. Padahal Aceh memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan ekonomi negara. 

8. Riau

Tahun 1950-an, ketika Riau belum berpisah dengan Kepulauan Riau, posisinya berada di wilayah tengah Sumatera. Pernah ada upaya separatis menyeret Riau ke dalam pemerintah revolusioner Republik Indonesia. Namun rakyat Riau malah berbalik mendukung operasi militer Indonesia. 

Tujuannya bukan semata-mata mempertahankan Riau dalam bingkai NKRI, tapi juga menjaga sumber daya alam agar tidak rusak. Memang saat Soeharto berkuasa, Riau dan masyarakatnya ibarat anak tiri. Kekayaan alam mereka habis dikuras,  nyaris tidak dinikmati masyarakat. 

9. Maluku

Pada tahun 1950 muncul Republik Maluku Selatan (RMS) yang sudah memerdekakan diri pada tahun 1940. Kemudian diproklamasikan pada tahun 1950 oleh orang mantan prajurit KNIL dan masyarakat pro-Belanda. Pemberontakan RMS itu suatu gerakan yang ingin memisahkan dari Indonesia Timur dan membentuk negara sendiri dan terpisah dari wilayah Republik Indonesia Serikat (RIS).

RMS juga sudah memiliki website, bendera dengan lambang tersendiri. Hingga saat ini bendera RMS kadang masih berkibar di beberapa tempat di Maluku. 
 

10. Jogjakarta

Pada tahun 2012, ketidakjelasan nasib perundang-undangan keistimewaan Daerah Daerah Istimewa Jogjakarta membuat masyarakatnya  semakin kecewa dengan kepemimpinan nasional Indonesia. Bahkan kondisi terburuk jika pemerintahan pusat tidak memberikan tuntutan tentang keistimewaan Jogjakarta, tidak tertutup kemungkinan mereka melepaskan diri dari Indonesia. 

Gusti Pangeran Haryo Prabukusuma Bendara Raden Mas Arumanta yang merupakan adik lain ibu Gubernur Daerah Istimewa Jogyakarta Hamengkubuwana X mengatakan, DIY Jogjakarta tetap akan bertahan  jika harus lepas dari NKRI meski hanya memiliki sumber daya alam sedikit. Namun, sumber daya alam itu diyakini bisa menaungi rakyat 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Batu TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top