Sejumlah anggota Pokja Jubastik SMPN 2 Jombang saat memantau jentik nyamuk di selokan sekolah. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Sejumlah anggota Pokja Jubastik SMPN 2 Jombang saat memantau jentik nyamuk di selokan sekolah. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)



Wabah demam berdarah dengue (DBD) di Jombang banyak mendapat perhatian masyarakat. Salah satunya dari kalangan pelajar yang ada di Kota Santri.

Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menjadi solusi utama dalam melakukan pencegahan. Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Juru Pembasmi Jentik (Pokja Jubastik) milik SMPN 2 Jombang.

Kegiatan PSN di SMPN 2 Jombang Jalan Bupati Raa Soeroadiningrat, Kecamatan Jombang, Jumat (8/2) pagi, dilakukan dengan cara pengecekan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk. Antara lain, bak kamar mandi dan genangan air yang berada di selokan dan vas bunga yang berada di dalam lingkungan sekolah.

Dijelaskan oleh anggota Pokja Jubastik, Amelia (14), bahwa kerja Pokja Jubastik dalam melakukan PSN ini dilakukan selama dua minggu sekali. "Pokja Jubastik itu memantau jentik-jentik. Dan itu setiap dua minggu sekali dilihati di kamar mandi dan genangan-genangan air," terang pelajar kelas VII itu.

Selain itu, untuk memaksimalkan pemberantasan jentik nyamuk, siswa-siswa SMPN 2 Jombang juga menaruh ikan black molly atau yang sering disebut ikan balon ke dalam bak penampungan air. Hal tersebut bertujuan agar ikan memakan jentik nyamuk yang hidup di bak penampungan air. "Itu biar ikannya itu memakan jentik-jentiknya," ujar Amelia.

Sementara, kegiatan pada pagi itu dipantau langsung oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. Pada kesempatan itu, Mundjidah menyampaikan bahwa kegiatan PSN tidak hanya dilakukan oleh kalangan pelajar. Namun, kegiatan PSN juga diintruksikan untuk dilakukan serentak bagi seluruh warga Kabupaten Jombang.

"Jadi, hari ini kita mengadakan untuk membasmi sarang nyamuk serentak. Dari lingkungan semua, sekolah dan tetangga. Jadi, seluruh kabupaten jombang serentak bersama-sama," ujar bupati.

Dilakukannya PSN serentak ini, menurut bupati, sebagai cara pencegahan berkembangnya jentik nyamuk. Mengingat penderita DBD hingga saat ini sudah tercatat 115 penderita dengan dua korban meninggal dunia.

"Kegiatan ini ya untuk biar bersih semua. Jadi, kita tidak mengadakan fogging, tapi menggunakan pemberantasan yang lain. Dengan 3M, menutup, menguras dan mengubur," pungkasnya.


End of content

No more pages to load