Pembangunan JLS Balekambang-Kedungsalam Masuk Tahap Lelang, Didanai Bank Pembangunan Islam

JLS Malang yang sudah terbangun, kini siap dilanjutkan (dok MalangTIMES)
JLS Malang yang sudah terbangun, kini siap dilanjutkan (dok MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Kelanjutan pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Malang dengan rute Balekambang, Bantur, sampai Kedungsalam, Donomulyo, dipastikan dilakukan tahun 2019 ini.

Sebelumnya hal ini sempat menjadi pertanyaan di berbagai kalangan. Namun, akhirnya pernyataan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII memberikan harapan besar.

Dilansir dari media nasional, pernyataan dari Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto serta Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni atas rencana pembangunan tersebut mendapat jawaban. "Pada 2019, rencananya ada empat ruas yang dikerjakan. Saat ini masih proses lelang," ucap Kepala Bidang Perencanaan BBPJN VIII Agung Hari Rantau.

Dari empat ruas JLS tersebut, salah satunya adalah Balekambang sampai Kedungsalam dengan panjang sekitar 17,86 km. Tiga lainnya adalah meliputi ruas Prigi, Kabupaten Trenggalek, hingga Klatak, Tulungagung; ruas Serang, Kabupaten Blitar; serta  Jarit, Kabupaten Lumajang, sampai ke wilayah Puger, Kabupaten Jember.

Pendanaan pembangunan lanjutan JLS ini memakai dana loan atau pinjaman dari IDB (Islamic Development Bank). Agung menyebutkan nilai anggaran untuk pembangunan di empat ruas tersebut Rp 1,7 triliun. "Jika disetujui IDB, anggarannya akan langsung dicairkan. Setiap proyek waktunya bisa 2,5 tahun sampai 3 tahun," ujarnya.

Lantas bagaimanakah dengan rencana pembangunan JLS Balekambang-Kedungsalam dengan panjang 17,86 km? Tomie menyampaikan, pihaknya terus melakukan koordinasi mengenai kelanjutan JLS tersebut kepada Kementerian PUPR. Dirinya menyampaikan, kelanjutan pembangunan JLS Balekambang-Kedungsalam menjadi sangat penting dilaksanakan.

"Karena akan menyambung JLS yang sudah terbangun saat ini. Konektivitas JLS akan semakin optimal bila dilanjutkan sesuai rencana strategis pusat itu sendiri," ucap Tomie.

Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang ini melanjutkan, di sisi kepentingan pariwisata, kelanjutan pembangunan JLS akan membuka berbagai potensi yang ada disepanjang JLS. "Akses transportasi terhubung akan semakin menghidupkan sektor pariwisata. Dampaknya luar biasa, seluruh potensi bisa ikut tergerek," imbuh Tomie.

Vitalnya pembangunan JLS inilah yang membuat Pemkab Malang terus berjuang untuk mengegolkan rencana kelanjutannya dari tahun lalu. Berbagai persiapan telah dilakukan. Misalnya, pemetaan sirip-sirip jalur yang tembus JLS oleh Dinas PU Bina Marga sampai pada proses koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan terkait persoalan tersebut.

Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang secara getol juga mempersiapkan berbagai program untuk mendukung terlaksananya rencana kelanjutan pembangunan JLS Balekambang-Kedungsalam tersebut. Salah satunya dengan merencanakan roadmap JLS serta dukungan pembangunan sirip jalan.

Terakhir, seperti yang disampaikan Kepala Bidang Pembangunan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Irianto, pihaknya sedang menyelesaikan pembebasan lahan di wilayah Bantur-Balekambang. "Ini salah satu daya dukung untuk itu. Kami tidak ingin JLS terhubung bagus, sirip jalannya tidak memadai," ujar Irianto.

 Dia juga menyampaikan, untuk rencana kelanjutan JLS Balekambang-Kedungsalam, pihaknya memang mendengar sudah masuk tahap pelelangan. "Dananya memang dana pinjaman dari IDB. Nominalnya untuk JLS Balekambang-Kedungsalam, kami  belum tahu persisnya," imbuhnya.

Pembangunan JLS Jawa Timur (Jatim) merupakan proyek besar pemerintah pusat dalam menyambungkan akses transportasi sekaligus membuka berbagai potensi pariwisata yang ada sepanjang JLS. Dengan panjang lintasan JLS Jatim mencapai total 677,49 Km, rencana pembangunan tersebut  memang membutuhkan  anggaran sangat besar dan waktu  terbilang lama. 

Dari beberapa data yang ada, pembangunan JLS Jatim baru terselesaikan sekitar 384,46 km. Artinya, progres jalan yang masuk proyek strategis nasional itu baru 56,7 persen. Durasi waktu pembangunannya sudah hampir 17 tahun. Sedangkan yang sudah tersambung 100 persen hanyalah di Kabupaten Pacitan. Di tujuh kabupaten lainnya,  44 persen kondisinya masih berupa jalan tanah. Bahkan sebagian titik, trase jalan belum terbentuk karena terhadang persoalan pembebasan lahan yang belum selesai. Data tersebut menyiratkan pembangunan JLS yang menyambungkan 5 provinsi di Pulau Jawa memang bukan pekerjaan gampang.

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top