MRSF Sasar Ponpes, Sat Lantas Polres Blitar Ajak Santri Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas

Sosialisasi MRSF di Ponpes APIS oleh Satlantas Polres Blitar
Sosialisasi MRSF di Ponpes APIS oleh Satlantas Polres Blitar

JATIMTIMES, BLITAR – Satuan Lalu  Lintas Polres Blitar mengajak santri di Pondok Pesantren APIA, Desa Sanan Gondang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Ajakan itu disampaikan saat sosialisai Millenial Road Safety Festival (MRSF), Kamis (7/2/2019) malam.

Acara sosialisasi dikemas secara edukatif. Selain mendapat paparan keselamatan berlalu lintas dari Sosiolog Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar, Novi Catur Muspita, para santri juga diajak nonton bareng film Sultan Agung. Acara semakin meriah dengan bagi-bagi doorprize dan hiburan musik akustik.

Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Amirul Hakim mengatakan Polres Blitar terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Para santri, tak luput dari sasaran MRSF ini karena mereka merupakan bagian dari kaum Millenial.

“Generasi Millenial itu adalah generasi yang umurnya 13 sampai dengan 35 tahun. Sosialisasi tertib berlalu lintas kita sasar millennial karena kecelakaan yang terjadi di seluruh Indonesia ini didominasi oleh generasi millennial. Kita ajak millennial tertib berlalu lintas karena golongan mereka ini yang paling banyak terlibat laka lantas,” ungkap Amirul.

Dia menambahkan, banyak faktor penyebab kecelakaan. Diantaranya seperti kendaraan yang tidak sesuai standart, jalan rusak, cuaca, dan faktor human error pengendara. “MRSF ini kita kampanye mengajak adik-adik sekalian para santri untuk tertib berlalu lintas,” tegasnya.

Sementara dalam paparannya, Dosen dan Sosiolog Unisba Blitar, Novi Catur Muspita, memaparkan bahwa kecelakaan lalu lintas seringkali terjadi karena pengendara tidak disiplin dan tidak tertib berlalu lintas. “Maka dari itu, untuk memupuk kedisplinan harus diawali dari diri sendiri. Kalau untuk santri, bangun di pagi hari untuk salat tahajud. Selain itu juga tepat waktu dalam salat 5 waktu. Ini salah satu cara untuk memupuk kedisplinan,” katanya.

Para Santri Ponpes APIS nampak antusias mengikuti acara ini. Setelah deklarasi MRSF dan sosialisasi, acara dilanjut dengan nobar film Sultan Agung. Film ini tentang perjuangan dan semangat Sultan Agung, raja Mataram melawan penjajah VOC Belanda. 

Meski mengalami kekalahan, dalam film yang berdurasi kurang lebih dua jam itu mengandung banyak makna dan pesan yang disampaikan. Beberapa pesan tersebut di antaranya; semangat kepahlawanan, semangat perjuangan, persatuan, nasionalisme dan cinta tanah air. “Film ini tentang pejuang kita, leluhur kita. Berjuang menegakkan kedaulatan bangsa kita hingga tegak berdirinya NKRI saat ini. Kita peduli dengan generasi millennial. Kalian harus jadi generasi produktif dan pemimpin Negara kita di masa depan,” tandas Kasat Lantas.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top