Ribuan Jamaah dan Muslimat Malang Raya penuhi area GOR Kem Arok untuk melakukan doa bersama dan Deklarasi mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam agenda Deklarasi Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Malang Raya (Yogi/MalangTIMES).

Ribuan Jamaah dan Muslimat Malang Raya penuhi area GOR Kem Arok untuk melakukan doa bersama dan Deklarasi mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam agenda Deklarasi Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Malang Raya (Yogi/MalangTIMES).



Ribuan jamaah memenuhi dan menyesaki GOR Ken Arok Kota Malang, Minggu (10/2/2019).

Kehadiran mereka adalah untuk doa bersama dan deklarasi mendukung pasangan calon Presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Kompak mengenakan dresscode berwarna putih, para jamaah yang terdiri dari berbagai elemen ini datang dalam kegiatan Istighosah dan Deklarasi Jaringan Kyai-Santri Nasional (JKSN) Malang Raya, sejak pagi hari.

Serangkaian kegiatan yang melibatkan santri dan kyai di seluruh Indonesia itu merupakan puncak dari Istoghosah dan Deklarasi JKSN. 

Sederet tokoh dan ulama nasional pun tampak hadir dalam acara puncak tersebut.

Di antaranya Ketua Dewan Pengarah JKSN Pusat sekaligus Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa, Ketua JKSN Pusat, H.M Roziqi, ulama nasional, hingga tokoh perempuan Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Panitia Istighosah dan Deklarasi JKSN Malang Raya, Ir. H. Gufron Marzuki menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian Deklarasi JKSN yang melibatkan santri dan kyai kampung di seluruh penjuru Indonesia.

"Kami berterima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir dalam kegiatan ini. Khususnya kepada ibunda Nyai Hj Mutammimah yang memberi kekuatan luar biasa kepada muslimat," jelasnya dalam sambutan yang disampaikan, Minggu (10/2/2019). 

Kegiatan Iatighosah dan Deklarasi Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Malang Raya ini diikuti oleh lebih dari enam ribu jamaah dari berbagai unsur dan komunitas. Di antaranya komunitas Muslimat NU kurang lebih 4.500 orang.

Kemudian komunitas santri pondok-pondok pesantren. Di antaranya Ponpes An-Nur 3 Bululawang dan Ponpes Alhayatul Islamiyah dengan jumlah santri tak kurang dari 500 orang.

Selanjutnya komunitas Majelis Taklim kurang lebih 500 jamaah.

Tak mau kalah, Komunitas Pegunu Malang Raya kurang lebih 300 orang juga turut hadir. 

Disusul Komunitas Sakerah dan Wearema khrang lebih 100 orang, Komunitas AMC Kota Malang sebanyak 100 orang, serta masyarakat umum dan tokoh-tokoh pergerakan di Malang Raya mencapai lebih dari 100 orang. 

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load