Melihat Lebih Dekat Geliat Perekonomian Buruh Perkebunan di Sirah Kencong

Aktivitas buruh perkebunan Sirah Kencong, memetik daun teh.(Foto : Team BlitarTIMES)
Aktivitas buruh perkebunan Sirah Kencong, memetik daun teh.(Foto : Team BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Dinginnya kabut yang menyelimuti di pagi hari tak membuat para buruh perkebunan mengecilkan niatnya untuk mencari rezeki.

Mereka adalah para pemetik daun teh yang harus bergelut dengan dinginnya udara pegunungan untuk mendapatkan pucuk daun berkualitas.

Salah satunya Suhermin (45), wanita paruh baya ini dengan sigap merangsek masuk ke tengah rerumpunan  pohon teh. 

Ia bersama puluhan pemetik teh lainnya bekerja bahu-membahu siang itu. 

Bu Hermin termasuk perempuan yang tangguh, ibu dari 2 putera ini tetap berkarya banting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Jualnya ke pabrik borongan, kalo peti manual pucuk aja kayak gini sekarang masuk analisa pabrik per kilonya Rp. 1.350. Kan ada yang manual ada yang pakai mesin itu harganya beda-beda, soalnya kalo pake mesin kan bisa bersih,” ungkapnya pada BlitarTimes.

Warga asli Sirah Kencong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar ini menggantungkan mata pencariannya sejak puluhan tahun lalu. 

Perkebunan Teh Sirah Kencong ini merupakan salah satu peninggalan masa Kolonial Belanda, tepatnnya pada tahun 1880. Dan setelah Indonesia merdeka kemudian dikelola perusahaan BUMN yaitu milik PTN XII PERSERO.

“Kalo sekarang harganya cukup stabil, dulu pernah pas harga agak turun, pucuknya jelek-jelek ya harganya murah banget, pernah dulu harga Rp. 500 perkilo, tapi untungnya sekarang udah baik lagi harganya,” sambungnya

Setidaknya, ada 150 warga sekitar yang bekerja dan menggantungkan hidupnya diperkebunan ini dengan menjadi buruh petik teh. 

Biasanya mereka berangkat sejak pukul 05.00 hingga pukul 11.00 WIB, mampu menghasilkan hingga 30-50 kilogram daun teh.

Sementara itu Puryani, mandor perkebunan teh milik PTN XII Persero ini menjelaskan, selain besarnya potensi perkebunan yang menghasilkan daun teh pilihan,  kini Perkebunan Teh Sirah Kencong menjadi destinasi wisata andalan di Kabupaten Blitar.

“Disini potensi wisatanya memang cukup banyak disini, yang pertama kebun teh, disini juga ada wisata sejarah yaitu candi. Selain itu juga ada air terjun dan juga pendakian itu kalo liburan jadi rame banget. Ini adalah potensi besar bagi Kabupaten Blitar, salah satu dari empat kebun teh di Jawa Timur salah satunya ada di Blitar, selain sebagai lokasi wisata juga roda ekonomi masyarakat sekitar," tuturnya.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top