464 Alat Peraga Kampanye Melanggar di Kota Batu

Petugas satpol PP saat menertibkan APK Pemilu 2019 di Kecamatan Junrejo. (Foto: istimewa)
Petugas satpol PP saat menertibkan APK Pemilu 2019 di Kecamatan Junrejo. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Sebanyak 464 alat peraga kampanye (APK) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 diketahui melanggar aturan di Kota Batu selama lima bulan terakhir. Karena itu, ratusan APK tersebut terpaksa ditertibkan oleh Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Batu. Pelanggaran itu terhitung sejak 23 September 2018 hingga awal Februari 2019.

Jumlah APK yang melanggar itu diketahui setelah digelar enam kali penertiban di seluruh titik di tiga kecamatan Kota Batu. Penertiban dilakukan Bawaslu bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu. 

Awal  Februari ini saja, ada 76 APK yang telah melanggar.  Ragam APK liar yang ditertibkan antara lain berbentuk baliho, banner, dan spanduk. 

Apa saja jenis pelanggarannya? “Masih ada APK yang dipasang di tempat ibadah, sekolah, rumah sakit. Lokasi itu dilarang dipasang APK jenis apa pun," tandas Ketua Bawaslu Kota Batu Abdur Rochman, Minggu (10/2/2019).

Rochman menambahkan, pembersihan APK itu diawali dari Kecamatan Junrejo. Lalu ke Kecamatan Batu dan Kecamatan Bumiaji. 

Namun dari tiga kecamatan itu, yang paling rawan adalah Kecamatan Batu.  Itu karena, selain penduduknya relatif banyak, juga banyak lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan APK. Sebut saja di Jalan Panglima Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Gajahmada, serta area Alun-Alun Kota Batu.

Menurut Rochman, kesadaran caleg (calon anggota legislatif) untuk mengikuti aturan kampanye yang benar masih rendah. Itu terbukti dari banyaknya alat peraga kampanye yang dipaku dan dikawat besi di pohon. Padahal, pemakuan atau pemasangan dengan kawat besi APK di pohon dilarang.

Karena itu, Bawaslu Kota Batu terus melakukan patroli untuk membersihkan alat peraga kampanye yang tidak pada tempatnya. Salah satunya yang dipaku di pohon. "Kalau diletakkan di pohon, itu tidak masalah. Asalkan jangan sampai dipaku atau dikawat besi,” ungkapnya.

Bawaslu juga heran mengapa masih banyak caleg yang melanggar aturan pemasangan APK. Padahal, sudah ada sosialisasi bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu terkait  larangan meletakkan APK. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top