Ilustrasi gendam (sukoharjo.sorot.co)

Ilustrasi gendam (sukoharjo.sorot.co)



Modus kejahatan dengan gendam, saat ini masih marak terjadi. Seperti halnya yang dialami Umi Solekah (34) warga Buring, Kedungkandang, Kota Malang. Pada Jumat (8/2/2019), ia menjadi korban gendam dari seorang pria yang berpura-pura membeli barang di tokonya.

Akibatnya, uang korban sejumlah Rp 800 ribu yang terdapat di toko, raib dibawa kabur oleh pelaku. Kejadian tersebut bermula, ketika korban saat itu berada di lantai dua rumahnya sedang menyetrika baju. 

Namun tak lama kemudian, terdapat suara orang yang mengetuk pintu rumahnya, karena saat itu toko korban sedang ditutup. Oleh korban, kemudian pintu langsung dibuka dan ternyata terdapat seorang laki-laki yang ingin membeli air galon, telur lima kilo dan elpiji.

Pelaku kemudian juga memesan kopi 15 bungkus. Korban yang tak merasa curiga, lantas segera saja menuruti pesanan pelaku. Di saat itu, pelaku kemudian juga berpura-pura menukar uang sebesar Rp 50 ribu.

Setelah itu, pelaku berpura-pura seperti menelpon seseorang. Tak berapa lama saat korban masih memasak air untuk kopi, pelaku menyuruh korban untuk memasak telur. "Nah pas itu saya kayak nggak sadar, ngasikan uang kepada pelaku ini sebanyak itu, tahu-tahu saya seperti menurut saja, kayak orang bingung. Waktu itu pelakunya ini juga sempat numpang kencing," jelasnya (10/2/2019).

Lanjutnya, saat pelaku ke kamar mandi, korban kemudian kembali ke dapur rumah untuk melanjutkan memasak telur pesanan pelaku. Korban kemudian lantas melihat pelaku ke kamar mandi, namun saat itu kondisi kamar mandi sudah dalam keadaan kosong.

Korban selanjutnya juga mencoba melihat ke depan rumahnya dan di depan rumahnya tersebut berlaku juga sudah tidak terlihat bersama sepeda motor miliknya. "Saya lihat di depan dan kamar mandi sudah  nggak ada, ternyata sudah kabur. Di situ saya kemudian mengecek dompet saya ternyata uangnya sudah  hilang.

Kalau untuk ciri-cirinya, seingat saya, memakai motor Honda Beat hitam, pakai baju abu-abu, tubuhnya tinggi dan gemuk. Waktu itu nggak sempat lihat plat nomornya, karena memang nggak mikir sejauh itu," terangnya.

Sementara itu, modus yang sama, yakni berpura-pura pesan juga menimpa Ani Gunawan, salah satu pemilik warung di kawasan Rampal, Kota Malang. Saat itu, pelaku dengan ciri yang sama seperti yang melakukan aksi terhadap Umi, juga menyasar tempatnya.

"Waktu itu pesan mie dan kopi 10 bungkus. Kemudian yang sempat tukar uang. Tapi pas orangnya mau keluar bawa uang saya sadar dan saya bilangin mas uangnya mana. Terus dia bilang pinjam dulu bu, saya anggota, tapi pas dimintain KTA dia ngakunya ketinggalan. Kemudian dia pergi katanya mau balik. Setelah itu, saya mau buatkan, tapi kemudian dibilangin sama pegawai saya, jangan bu itu modus gendam, seperti yang di internet. Terus nggak jadi saya buatkan. Benar ternyata orangnya nggak balik-balik," bebernya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengimbau kepada masyarakat, untuk selalu mewaspadai aksi-aksi kejahatan sekecil mungkin. "Sekali lagi, karena ini kan mungkin sudah beberapa kali terjadi, masyarakat harus lebih extra hati-hati. Jangan mudah percaya dengan orang yang baru kenal. Jangan sampai pikiran kosong. Jika memang sedang berjualan, kemudian ada pesanan, bisa minta uangnya terlebih dahulu untuk antisipasi," pungkasnya. 


 

 


End of content

No more pages to load