Serunya Lomba Mancing di Kolam Pancing Mulyoagung

peserta megnangkat lele hasil pancingan yang berukuran sebesar betis orang dewasa ( Luqmanul Hakim/Malang Times)
peserta megnangkat lele hasil pancingan yang berukuran sebesar betis orang dewasa ( Luqmanul Hakim/Malang Times)

JATIMTIMES, MALANG – Sebanyak 190 pencinta mancing meramaikan  perlombaan mancing yang diselenggarakan di kolam pancing Mulyoagung Kabupaten Malang. Perlombaan ini memperebutkan hadiah utama berupa uang tunai Rp 5 juta rupiah. 

Lomba yang diadakan oleh para penggemar mancing dari desa Mulyoagung ini di konsep berbeda dengan perlombaan lainnya. Sebab, biasanya pelepasan ikan dilakukan 4 kali selama perlombaan, namun untuk perlombaan ini dilakukan pelepasan hanya 2 kali saja. Dalam perlombaan ini, ikan yang digunakan adalah ikan lele.

Perlombaan ini merupakan launching pertama untuk satu – satunya kolam pancing yang ada di desa Mulyoagung. Pembuatan kolam pancing ini didasari dengan banyaknya warga Mulyoagung yang suka memancing. Terutama di air tawar. “Di Mulyoagung ada beberapa sungai dan ternyata banyak orang yang mancing di situ, maka dari itu kita buatkan di sini,” Ujar Miftahul Adhim Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Mulyoagung.

Dalam perlombaan ini, penilaian pemenang dilihat dari besar ukuran dan berat ikan yang berhasil dipancing. Kemudian, untuk sah atau tidaknya ikan yang ditangkap tersebut bisa dinilai, panitia memberikan beberapa ketentuan berupa pancing harus menancap di mulut ikan. Selain di mulut atau di bagian lain, maka ikan tangkapan tersebut dianggap tidak sah untuk dinilai. “Tehniknya harus makan sempurna, kalo ditabrak terus kena badan itu tidak sah,” ujar Sulistyono ketua panitia perlombaan.

Perlombaan mancing lele ini, dimenangkan oleh Sukeni warga dusun Jetak Lor desa Mulyoagung. Mata pancingnya dapat ikan leleb seberat 2670 gram. Ia sangat senang bisa mendapatkan hadiah utama dari perlombaan ini. Sebab, perlombaan ini merupakan kali pertamanya ia mengikuti lomba mancing. Ia mengaku hanya sekedar iseng saja untuk mengikuti lomba ini. Dan juga sebagai sarana pelepas penat. “Ikut lomba ini sebenernya cuma iseng saja, tapi ya rezeki bisa menang gini,” ujar Keni sapaannya.

Perlombaan ini mendapatkan antusias yang tinggi dari para penggemar mancing. Hal tersebut dibuktikan dengan habisnya tiket di hari ke tujuh setelah pendaftaran dibuka. Sulistyono mengungkapkan bahwa antusias ini tak hanya dari masyarakat kabupaten malang saja, tapi juga datang dari luar seperti Kabupaten Blitar dan Pasuruan. Namun, tak sedikit para penggemar mancing yang kehabisan tiket turut serta menonton keseruan perlombaan ini.

 

Pewarta : Luqmanul Hakim
Editor : A Yahya
Publisher : Yogi Iqbal
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top