Lakukan Pulbaket, Kejari Terus Tindak Lanjuti Kasus Korupsi Lab MIPA UM

Kasi Pidsus Ujang Supriyadi dan Kasi Intel Reza (foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kasi Pidsus Ujang Supriyadi dan Kasi Intel Reza (foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Setelah sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang menangkap Sutoyo, salah satu terpidana dalam kasus korupsi pengadan Lab MIPA Universitas Negeri Malang (UM) yang sempat buron, kini Kejari Kota Malang terus melakukan pengembangan.

Pengembangan tersebut dilakukan Kejari Kota Malang dengan melakukan telaah terhadap putusan Mahkamah Agung terkait kasus itu.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kota Malang, Ujang Supriyadi menjelaskan, bahwa pihaknya tengah melakukan pengumpulkan data dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) guna mengungkap tersangka baru dalam kasus tersebut.

Hal ini wajar saja, sebab dalam amar putusan dari Mahkamah Agung (MA), sejumlah nama pejabat UM sempat disebut namanya, termasuk orang nomor satu di UM.

"Amar putusan MA sudah dikaji, makanya saat ini tim melakukan pulbaket," paparnya ditemui di Kantor Kejari Kota Malang (11/2/2019).

Kemudian dalam upaya pulbaket, terdapat tim khusus yang diturunkan, yakni jaksa dari  inteljen dan jaksa dari pidsus. Hal tersebut tentu untuk mendukung upaya pulbaket.

"Diperkirakan dalam satu sampai dua minggu data sudah bisa diperoleh. Teknisnya kan bermacam-macam. Bisa menggali keterangan dari berbagai pihak, bisa mendatangi atau meminta informasi dari nama-nama yang muncul," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Kasi Pidsus, langkah yang diambil saat ini merupakan hasil telaah putusan MA, sehingga bukan data dari Sutoyo yang sebelumnya telah dieksekusi di Ponorogo.

"Pasca dieksekusi, dan seperti yang diungkapkan akan memberikan data, sampai saat ini belum ada data yang diberikan oleh Sutoyo maupun pihak keluarga. Fokus tim masih di amar putusan," pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus pengadaan Lab MIPA di UM tahun 2009. Proyek pengadaan Lab MIPA tersebut menelan anggaran sekitar Rp 45 miliar. Namun berdasarkan penyelidikan, diduga sekitar Rp 14 miliar dikorupsi dan diduga mengalir ke sejumlah pihak.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top