MUI Kota Blitar Imbau Masyarakat Muslim Tidak Rayakan Valentine Day

KH Ahmad Subakir, Ketua MUI Kota Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)
KH Ahmad Subakir, Ketua MUI Kota Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Blitar melarang masyarakat beragama Islam Kota Blitar ikut merayakan hari kasih sayang atau lazim dikenal Valentine Day pada tanggal 14 Februari besok.

Selain perayaan tersebut bukan anjuran dan ajaran agama Islam, MUI Kota Blitar menilai perayaan valentine day tidak memiliki dasar filosofi yang jelas untuk diikuti umat Islam. Bahkan, jika umat Islam ikut merayakan perayaan yang disinyalir hari penuh kasih sayang, masyarakat muslim itu mendapat dosa karena haram. Sebab tindakan itu adalah bid'ah (melakukan suatu perbuatan yang tidak dicontohkan dan ditetapkan).

"Kami mengimbau masyarakat Kota Blitar khususnya anak muda yang beragama Islam, untuk tidak melakukan itu (valentine day), karena di dalam Islam tidak ada ajaran untuk merayakan velantine day. Asal usulnya juga bukan dari Islam, oleh karena itu supaya menghindari kegiatan untuk merayakan valentine day karena itu Bid'ah," jelas Ketua MUI Kota Blitar, KH Subakir, kepada BLITARTIMES di kediamannya di Plosokerep, Sananwetan Kota Blitar, Selasa (12/02/2019) sore.

KH Subakir menerangkan, dengan melaksanakan sesuatu perbuatan yang tidak berdasarkan ajaran Islam, dan menyerupai perbuatan kaum non muslim, umat Islam itu sendiri bisa dikatakan telah satu kaum dengan kaum non muslim tersebut.

"Karena Mantasabbaha, biqoumin fahuwa minhum. Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari bagian mereka, sebagaimana penjelasan hadits yang diriwayatkan Abu Dawud itu. Apabila ini dilakukan orang di luar Islam untuk mensekutukan Allah, berarti dia juga kelompok itu," ulasnya.

Setiap tahun, lanjut dia, MUI Kota Blitar sudah memberikan peringatan kepada umat Islam khususnya anak muda, untuk tidak melakukan perayaan valentine day. Menurutnya, fatwa MUI pusat, terkait larangan umat Islam merayakan velantine day sudah dikeluarkan dan telah diinstruksikan di setiap daerah di Indonesia untuk diikuti.

"Setiap tahun MUI Kota Blitar sudah memberikan peringatan agar umat Islam tidak merayakan valentine day. Fatwanya dari MUI pusat juga sudah ada," imbuhnya.

MUI Kota Blitar, sambung dia, menilai perayaan valentine day sama sekali tidak ada manfaat nyata bagi umat Islam. Bahkan, jika masyarakat muslim terbiarkan hingga keluar batas pergaulan ketika memaknai kasih sayang, bukan tidak mungkin perbuatan maksiat seperti seks bebas yang diawali dari pergaulan bebas bisa terjadi.

"Karena pengaruh dari mereka yang non muslim, atau bahkan belum tau hukumnya, bisa saja perbuatan mereka menimbulkan maksiat. Kami berharap kepada pemerintah Kota Blitar untuk bersama-sama MUI mengingatkan kepada anak-anak supaya menjauhi perbuatan itu, karena masih banyak hal lain yang lebih positif dan bermanfaat yang bisa dilakukan," tandasnya.

KH Subakir juga berpesan khusus kepada orang tua, untuk memantau intensif perkembangan pergaulan anak. Hal itu dilakukan, untuk memastikan pergaulan anak terhindar dari pergaulan bebas yang menimbulkan ketidakmanfaatan bahkan perilaku maksiat.

"Orang tua untuk dimohon memantau dan menjaga pergaulan anak, supaya terbebas dari bahaya pergaulan bebas. Peran orang tua sangat penting," tukasnya.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top